Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Dongkrak Daya Beli Masyarakat

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, ACEH TIMUR - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian menilai rangkaian penyaluran bantuan sosial (bansos) pascabencana di wilayah Sumatra akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satu manfaat tersebut, yakni meningkatkan daya beli masyarakat.

“Masyarakat dikasih uang agar mereka bisa belanja. Kalau ada belanja, maka pasti akan ada pedagang. Ada demand, permintaan, pasti akan ada supply, sehingga supply bisa masuk, perdagangan bisa jalan, pasar bisa jalan,” ujar Kasatgas Tito Karnavian pada Penyerahan Bantuan Pemerintah untuk Penanganan Korban Bencana Alam di Wilayah Sumatra di Pendopo Bupati Aceh Timur, Aceh, Senin (16/3).

BACA JUGA: H-9 Lebaran, Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Target Pembangunan Huntara

Pada kesempatan itu, Kasatgas Tito memberikan apresiasi kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang telah menyalurkan bantuan secara simbolis di Aceh Timur melalui PT Pos Indonesia.

Tito menjelaskan bencana alam yang melanda wilayah Sumatra, termasuk Aceh Timur, telah berdampak besar bagi perekonomian daerah.

BACA JUGA: Senator Se-Sumatra Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Simak Penjelasannya

Penyaluran bansos oleh pemerintah selain dapat dimanfaatkan masyarakat, juga bakal menggerakkan roda perekonomian.

“Dan ini sama. Semua daerah lain diharapkan demikian. Itulah gunanya bantuan-bantuan seperti ini,” imbuh Tito.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Wakafkan 70.000 Al-Quran kepada Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

Dia memastikan, penyaluran bantuan tersebut bukanlah yang terakhir. Jika ke depan masih ditemukan masyarakat yang membutuhkan dan datanya dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah akan menambah bantuan tersebut.

Di sisi lain, Tito menjelaskan karakteristik bencana alam yang melanda wilayah Sumatra sangat berbeda dengan bencana alam lainnya di Indonesia.

Pasalnya, bencana tersebut terjadi di 52 daerah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dengan kondisi yang tidak merata.

Hal tersebut berdampak pada proses pendataan yang tidak mudah.

Menyikapi hal itu, Satgas PRR melakukan pendataan secara bergelombang.

"Kami kalau menunggu selesai data semua baru kemudian dibagikan, atau dibuatkan huntara, nanti akan lama [proses pemulihannya],” tambahnya.

Tito menambahkan mengacu pada kondisi data tersebut, Satgas PRR mengklasifikasikan jenis kerusakan rumah menjadi rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat/hilang.

Bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah tersebut diberikan bantuan stimulan berdasarkan data yang diajukan dan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Yang perlu bantuan stimulan ekonomi, yang perlu bantuan perabotan, uang lauk pauk secepatnya kirim aja dulu. Setelah diverifikasi BPS, kemudian baru kita serahkan kepada BNPB kalau untuk rumah. Dan untuk bantuan orang kepada Menteri Sosial,” tandasnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AC Milan Kena Mental di Olimpico, Allegri: Fokus Liga Champions atau Semuanya Hancur
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Ditutup Anjlok ke 7.000 akibat Kekhawatiran Defisit APBN
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPop Demon Hunters Raih Piala Oscar Kategori Film Animasi Terbaik
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Update Kalender MotoGP 2026 Usai Penundaan GP Qatar: Seri Mandalika Tetap Sesuai Jadwal
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Siapkan Rekayasa One Way Atasi Kemacetan Saat Mudik di Cimahi-KBB
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.