Liputan6.com, Jakarta - Dua Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Ponorogo mendatangi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, untuk mengadukan dugaan intimidasi yang mereka alami saat mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keduanya bahkan mendatangi Nanik hingga ke Blitar, Jawa Timur, saat ia tengah menggelar sosialisasi dan evaluasi program MBG pada akhir pekan lalu.
Advertisement
"Dua Kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan," kata Nanik.
Kedua Kepala SPPG tersebut yakni Rizal Zulfikar Fikri dari SPPG Ponorogo Kauman Somoroto dan Moch Syafi'i Misbachul Mufid dari SPPG Ponorogo Jambon Krebet.
Kepada pihak BGN, mereka mengaku mengalami tekanan dan intimidasi selama berbulan-bulan dari sebuah yayasan yang menaungi dapur MBG tersebut. Yayasan tersebut disebut-sebut mengaku dimiliki oleh seorang cucu menteri.
Selain dugaan intimidasi, keduanya juga melaporkan dugaan rekayasa anggaran pembelian bahan pangan. Dari alokasi Rp10.000 per porsi yang ditetapkan BGN, yayasan tersebut disebut hanya membelanjakan sekitar Rp6.500 per porsi.
Akibatnya, kedua Kepala SPPG kerap harus menutup kekurangan biaya dengan uang pribadi agar makanan yang disajikan kepada siswa tetap layak.
"Mau nggak mau, Pak, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” kata Mufid sambil terisak.




