Dosen Muda Sastra Indonesia Muhammad Nur Iman Raih Doktor, Pertahankan Disertasi Kompleksitas Kalimat Hukum di FIB Unhas

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Program Studi Doktor (S-3) Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin menggelar ujian promosi doktor bagi Muhammad Nur Iman, Senin (16/3). Muhammad Nur Iman merupakan Dosen Sastra Indonesia FIB Unhas. Ujian berlangsung di Ruang Rapat Senat Fakultas Ilmu Budaya, Gedung Dekanat lantai 2, serta diikuti secara daring melalui konferensi Zoom untuk penguji eksternal.

Disertasi yang dipertahankan berjudul “Kompleksitas Kalimat Bahasa Indonesia Laras Hukum dalam Naskah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.”

Ujian dipimpin Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Muhammad Darwis, M.S., Prof. Dr. Kaharuddin, M.Hum., Prof. Dr. Suhandano, M.A., Prof. Dr. Lukman, M.S., Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum., serta Prof. Dr. Harlinah Sahib, M.Hum.

Dalam penelitiannya, Muhammad Nur Iman mengkaji kompleksitas struktur sintaksis kalimat bahasa Indonesia dalam laras hukum dengan menitikberatkan pada dua dimensi utama, yakni paradigmatik dan sintagmatik. Data penelitian bersumber dari kalimat-kalimat dalam naskah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kompleksitas paradigmatik yang paling menonjol terlihat pada fungsi subjek dan keterangan yang kerap diisi oleh klausa subordinatif bertingkat hingga tiga belas klausa,” tulis Muhammad Nur Iman dalam abstrak disertasinya.

Putra Prof Darwis ini menegaskan bahwa kompleksitas tersebut bukan merupakan penyimpangan gramatikal, melainkan konsekuensi dari kebutuhan bahasa hukum untuk menjelaskan peran, tindakan, dan kondisi secara presisi dan rinci.

Dari sisi sintagmatik, penelitian menemukan bahwa pola kanonik dalam kalimat hukum didominasi bentuk pasif dan kopulatif. Sementara pola nonkanonik memperlihatkan variasi inversi, seperti P-Pel-S, K-Pel-S, dan P-K-Pel-S.

Selain itu, penelitian juga menyoroti penggunaan mekanisme penomoran sebagai strategi khas dalam penyusunan kalimat hukum.

“Mekanisme penomoran berfungsi sebagai strategi penting untuk memecah kalimat panjang ke dalam butir-butir topikal sehingga informasi hukum tetap terstruktur, sistematis, dan komunikatif,” tulis Doktor berusia 33 tahun ini.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa struktur kalimat dalam laras hukum memiliki logika pengorganisasian yang konsisten dan adaptif meskipun kompleks. Kompleksitas sintaksis dalam bahasa hukum dipandang sebagai keniscayaan untuk menjamin kepastian, ketelitian, serta menghindari potensi multitafsir.

Secara teoretis, penelitian ini menawarkan model analisis dua dimensi terhadap kalimat hukum. Sementara secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar linguistik dalam upaya reformulasi bahasa hukum agar lebih komunikatif tanpa mengurangi otoritas hukumnya.

Muhammad Nur Iman sendiri merupakan dosen pada Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Ia lahir di Ujung Pandang pada 3 September 1993. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Inpres Kampus Unhas I (lulus 2005), kemudian melanjutkan ke MTsN Model Makassar (2008) dan MAN 2 Model Makassar jurusan IPA (2011).

Ia meraih gelar Sarjana Sastra Indonesia dari Unhas pada 2015, kemudian melanjutkan studi magister pada bidang Bahasa Indonesia di kampus yang sama dan lulus pada 2022. Kini dia meraih doktor di FIB Unhas tahun 2026.

Saat ini ia aktif mengajar dan meneliti di bidang linguistik, khususnya kajian sintaksis dan bahasa hukum. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TASPEN Tegaskan Komitmen Anti Gratifikasi Jelang Idulfitri 1447 H
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
BRIN Prediksi Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Beberkan Temuan Barang Bukti Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus di TKP
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis Drama China Turbulent Love, Misi Rahasia Berubah Jadi Cinta Berbahaya antara Fan Zhi Xin dan Lu Zhao Hua
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Smartwatch Xiaomi di Bawah Rp1 Juta, Ini Dua Pilihan Terbaik dan Perbandingannya
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.