JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan operasional penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, untuk mengurai antrean kendaraan pemudik.
Seperti diketahui, antrean kendaraan yang akan menyeberang di Gilimanuk sempat mencapai lebih dari 25 km pada Minggu (15/3) hingga Senin (16/3) pagi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya menambah jumlah kapal dan menerapkan skema layanan baru.
“Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan layanan transportasi berjalan aman, lancar, dan terkendali. Berbagai langkah operasional di lapangan juga dipercepat untuk mengurai kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk,” kata Dudy dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/3).
Baca Juga: Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Capai 45 Km, Pemudik Menunggu 12 Jam | KOMPAS SIANG
Dudy menerangkan, Kemenhub mengoperasikan sebanyak 35 kapal dengan pola layanan delapan trip.
Jumlah tersebut terdiri dari 28 kapal reguler dan tambahan tujuh kapal guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa.
Kapal-kapal tersebut dioperasikan di sejumlah dermaga dengan rincian 19 kapal di dermaga moveable bridge (MB).
11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta empat kapal tambahan untuk memperkuat kapasitas penyeberangan.
Selain penambahan armada, Kemenhub juga menerapkan skema operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal di pelabuhan.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- pelabuhan gilimanuk
- gilimanuk macet
- penyeberangan gilimanuk
- kapal gilimanuk
- kementerian perhubungan





