Polri Bentuk Tim Gabungan untuk Buru Pelaku Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan keseriusan untuk mengusut kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebutkan bahwa Polri membuat tim gabungan yang terdiri dari penyidik Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri.

"Bentuk keseriusan Polri di dalam menangani perkara ini, kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terjadi, terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, kemudian penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, dan dari Bareskrim Polri," ungkap Kombes Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa pengusutan kasus ini menjadi prioritas. Ia juga menyebut langkah tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, dan diproses hingga tuntas," tegas Irjen Asep.

Dalam penyelidikan, polisi menggunakan metode Scientific Crime Investigation agar hasilnya lebih objektif dan berbasis bukti.

"Sejak awal informasi diterima, jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah bergerak melakukan langkah-langkah kepolisian menggunakan Scientific Crime Investigation," tambah Irjen Asep.

Saat ini tim gabungan sedang menganalisis rekaman dari puluhan kamera pengawas serta menelusuri jejak komunikasi para pelaku.

"Setelah kami memperoleh informasi dan laporan sehubungan dengan kejadian dimaksud, selanjutnya kami melakukan upaya penyelidikan, melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada," jelas Kombes Iman.

Polisi juga membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan laporan bisa disampaikan melalui layanan khusus yang telah disiapkan.

"Atas direktif dan perintah Bapak Kapolri sehingga Bapak Kapolda Metro Jaya segera lanjut menindaklanjuti pembangunan/pembuatan posko dalam pelayanan terkait tentang penyiraman cairan berbahaya, dengan Call Center 110 dan Hotline 0812-8559-9191," ujar Kombes Budi.

Sebagai informasi, Andrie Yunus, Wakil Koordinator lembaga hak asasi manusia KontraS, menjadi korban penyiraman cairan kimia berbahaya (asam kuat) oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, saat korban pulang mengendarai sepeda motor setelah menghadiri acara di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, dada, serta kedua tangannya hingga pakaian yang dikenakannya meleleh. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Menteri Sepakati Aturan Penggunaan AI di Dunia Pendidikan
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov Jateng Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis Ke Jateng
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Metro Jaya Ungkap Arah Pelarian Para Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Analisis CCTV, Polisi: Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Berjumlah 4 Orang
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Simak Cerita Park Jinyoung Tentang Alasannya Membintangi Drakor Still Shining
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.