Pemerintah Rencanakan Pembangunan Rusun Rp48 Miliar di Denpasar untuk MBR dan Seniman Bali

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana membangun rumah susun senilai Rp48 miliar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Denpasar, Bali, dengan salah satu prioritas penghuni adalah seniman lokal yang dinilai berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan rencana pembangunan tersebut saat berada di Denpasar pada Senin.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Rumah susun yang direncanakan akan memiliki total 60 unit hunian dengan fasilitas dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi di setiap unit.

"Seniman Bali memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan devisa negara. Karena itu, saya juga mengusulkan agar rusun ini dapat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman," ujar Ara.

Lokasi dan Rencana Pembangunan Rusun

Maruarar Sirait turut meninjau lokasi yang diusulkan untuk pembangunan rumah susun tersebut di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan memiliki luas sekitar 3.328 meter persegi dengan ukuran sekitar 26 meter x 128 meter.

Di atas lahan tersebut direncanakan akan dibangun satu tower Rusun Arunika tipe 36.

Bangunan rumah susun tersebut dirancang memiliki ketinggian maksimal empat lantai.

Total hunian yang disediakan berjumlah 60 unit.

Dari jumlah tersebut, dua unit akan diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Sebanyak 58 unit lainnya disiapkan sebagai unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Desain Bangunan Perhatikan Budaya Lokal Bali

Menteri PKP juga menekankan agar desain pembangunan rumah susun tetap mengedepankan unsur budaya lokal Bali.

Hal tersebut dilakukan agar bangunan tetap selaras dengan karakter dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Maruarar Sirait menyatakan pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di kota-kota besar.

Kota Denpasar termasuk wilayah yang menghadapi keterbatasan lahan untuk pembangunan hunian.

Melalui pembangunan rumah susun, masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan tetap dapat memperoleh akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Pemerintah berharap pembangunan rumah susun tersebut dapat segera dimulai.

Pelaksanaan pembangunan diharapkan tetap memperhatikan seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Dengan demikian pembangunan dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: IHSG Masih Bisa To The Moon, Tembus 10.000
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Mudik Lebaran, Pelabuhan Sungai Selan Tambah Armada
• 51 menit lalutvrinews.com
thumb
Foto: Suhu Tembus 30 Derajat, Warga Jakarta Berlindung dari Terik Matahari
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Finalissima 2026 Batal Digelar Setelah UEFA dan Argentina Gagal Sepakati Jadwal Pertandingan
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.