Trump Bujuk China Turun ke Hormuz, Minta Xi Jinping Kirim Kapal Perang

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan memancing China untuk segera mengirimkan bantuan militer guna mengamankan Selat Hormuz dari ancaman blokade Iran. Pada Senin, (16/03/2026), Trump menekankan bahwa China merupakan salah satu negara yang paling diuntungkan dari stabilitas jalur tersebut dan sudah sepatutnya ikut serta dalam operasi pengamanan.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Financial Times yang diterbitkan pada hari tersebut, Trump menyoroti ketergantungan besar China terhadap pasokan energi yang melewati selat vital itu. Trump secara spesifik meminta bantuan Presiden China Xi Jinping untuk membantu membuka blokade selat dalam pertemuan puncak mendatang, namun ia juga mengisyaratkan bahwa tindakan harus diambil lebih cepat.

"Saya pikir China juga harus membantu karena China mendapatkan 90% minyaknya dari Selat tersebut. Ini benar-benar ada untuk China dan banyak negara lainnya," ujar Trump.


Baca: Bukan Iran, Trump Sebut Negara Komunis Ini Mau "Menyerah" Usai Ditekan

Trump juga mempertanyakan alasan AS harus terus memikul beban sendirian dalam menjaga keamanan Selat Hormuz. Baginya, kehadiran militer AS di sana sebenarnya lebih banyak memberikan manfaat bagi China dibandingkan bagi Amerika sendiri, sehingga keterlibatan Beijing menjadi sangat logis.

"Sangat tepat jika orang-orang yang menjadi penerima manfaat dari Selat tersebut membantu memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," tegas Trump.

Permintaan tegas Trump ini muncul setelah Kementerian Luar Negeri China secara mengejutkan meningkatkan intensitas kritiknya terhadap serangan yang menyasar kapal-kapal komersial di tengah aksi militer pasukan Iran. Jalur vital tersebut merupakan saluran bagi seperempat pengiriman minyak mentah melalui jalur laut global yang kini berada dalam ancaman serius akibat eskalasi ketegangan yang terus menargetkan kapal di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menyatakan dalam konferensi pers reguler pada Jumat, (13/03/2026), bahwa Beijing mulai mengambil posisi tegas terkait stabilitas di wilayah Teluk. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi energi dunia tersebut.

"China tidak setuju dengan serangan terhadap negara-negara Teluk dan mengutuk semua serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan target non-militer," tegas Guo Jiakun tanpa menyebut nama Iran secara langsung sebagaimana dikutip Newsweek.

Baca: Breaking! Drone Hantam Pusat Perdagangan Minyak UEA di Fujairah

Warning NATO

Di sisi lain, sembari menekan China, Trump juga meluapkan kekesalannya kepada anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang dianggapnya tidak memberikan kontribusi sepadan. Ia memperingatkan bahwa anggota NATO akan menghadapi masa depan yang sangat buruk jika mereka tidak mau bekerja sama mengirimkan bantuan militer ke wilayah konflik tersebut.

"Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan menjadi hal yang sangat buruk bagi masa depan NATO," ancam Trump.

Trump menambahkan bahwa selama ini Amerika Serikat telah bersikap sangat baik dengan membantu negara-negara Eropa terkait konflik Ukraina, padahal jaraknya mencapai ribuan mil. Kini, ia menuntut timbal balik dari para sekutunya tersebut untuk hadir di Selat Hormuz guna membersihkan ranjau dan menghalau gangguan drone.

"Kami telah bersikap sangat manis. Kami tidak harus membantu mereka dengan Ukraina. Ukraina berjarak ribuan mil dari kami. Tapi kami membantu mereka. Sekarang kita akan lihat apakah mereka membantu kita. Karena saya sudah lama mengatakan bahwa kami akan ada untuk mereka, tetapi mereka tidak akan ada untuk kami. Dan saya tidak yakin mereka akan ada di sana," pungkas Trump.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Tekan China Bantu Buka Selat Hormuz, KTT Beijing Ditunda?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
• 17 jam laludetik.com
thumb
Suasana Mudik di Terminal Lebak Bulus Mulai Ramai Pemudik
• 14 menit laludetik.com
thumb
Bareskrim Tetapkan 2 Orang Tersangka Tambang Nikel Ilegal di Konawe, Sultra
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Takmir soal Ledakan di Masjid: Lumayan Kencang, Kaya Mercon tapi Tak Ada Kertas
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Indonesia Diperkirakan Akan Alami Panas Terik Mulai Bulan April, Puncaknya di Bulan Agustus
• 8 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.