Gejolak IHSG Jelang Libur Panjang Lebaran, Semakin Bearish?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergejolak menjelang libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Adapun Selasa (17/3) besok, menjadi perdagangan terakhir sebelum libur panjang tersebut.

Customer Engagement and Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani mengatakan, pada perdagangan terakhir besok, IHSG terlihat masih berpotensi bergerak volatil bahkan turun terbatas.

Menurutnya, indeks tertekan aksi jual dari investor ritel karena profit taking atau penarikan dana untuk kebutuhan lebaran, seperti mudik dan konsumsi. Selain itu, sebagian pelaku pasar juga cenderung mengamankan kas untuk menghindari risiko munculnya sentimen global selama bursa domestik libur.

Secara teknikal, IHSG berpotensi kembali menguji level psikologis di kisaran 6.900–7.000. Chory menyebut apabila indeks mampu ditutup di atas level 7.000 pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang, hal itu dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan pasar setelah libur.

“ini akan menjadi sinyal teknikal yang cukup baik untuk modal rebound setelah libur,” kata Chory ketika dihubungi Katadata.co.id, Senin (16/3). 

Setelah libur lebaran, Chory menilai pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik AS–Iran dan juga arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Bank Sentral AS).

Secara historis, ia mengatakan bursa kerap mengalami rebound setelah libur panjang karena adanya reposisi portofolio oleh investor institusi dan kembalinya likuiditas ke pasar. Apabila selama libur tidak terjadi eskalasi konflik signifikan, IHSG berpotensi kembali menguat menuju level 7.200.

Kendati demikian, dia menekankan IHSG bisa lanjut koreksi jika harga minyak dunia menembus US$ 100 per barel yang memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor asing melanjutkan aksi net sell. Selain itu, investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan kuartal pertama 2026 dan musim pembagian dividen.

“Ini bisa menjadi katalis positif bagi saham-saham blue chip perbankan dan konsumsi,” ungkap Chory. 

IHSG Menuju Tren Bearish?

Bila menilik perdagangan saham intraday hari ini, Senin (16/3) IHSG ditutup merosot 1,45% ke 7.033. Indeks bahkan sudah anjlok hingga 23% sejak all time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu.

BRI Danareksa Sekuritas menilai pendekatan pola grafik head and shoulders pada IHSG mengonfirmasi sinyal reversal bearish setelah indeks menembus level neckline di 7.900 yang berdekatan dengan MA200.

Kondisi tersebut sekaligus memvalidasi terbentuknya pola head and shoulders pada timeframe harian, yang mengindikasikan perubahan struktur tren dari bullish menjadi bearish.

“Indikator MACD bergerak di bawah garis nol dengan histogram negatif yang melebar, mencerminkan momentum penurunan masih kuat dan tekanan jual yang tetap dominan,” tulis BRI Danareksa dalam analisisnya. 

Di samping itu, BRI Sekuritas menilai secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support 6.850–6.650. Apabila level tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut hingga kisaran 5.960.

BRI Sekuritas menilai strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu technical rebound untuk mengurangi posisi atau menunggu konfirmasi reversal sebelum mulai melakukan akumulasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Sociedad taklukkan Osasuna, Real Betis diimbangi Celta Vigo
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Izinkan Pawai Obor Malam Takbiran di Jakarta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik di Program Mudik 2026
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Janice Tjen Lawan Petenis Kazakhstan di Babak Pertama Miami Open
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
IEA Akan Segera Lepas Cadangan Minyak Darurat di Asia-Oseania
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.