Jakarta: Musim mudik Idulfitri 2026 telah memasuki fase krusial dengan prediksi puncak arus gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret mendatang. Guna mengurai potensi kemacetan parah, pihak kepolisian telah menyiapkan tiga skema utama rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas tol strategis.
1. Sistem Satu Arah (One Way)
Skema ini akan diberlakukan secara terus-menerus mulai Selasa, 17 Maret pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret pukul 24.00 WIB. Jalur penerapannya membentang luas di sepanjang Tol Trans Jawa, tepatnya dari Tol Jakarta-Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang-Solo KM 421.
2. Lawan Arus (Contraflow)
Rekayasa ini secara khusus difokuskan pada ruas Tol Jakarta-Cikampek, mulai dari KM 47 di Karawang Barat hingga KM 70 Cikampek. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap, yakni periode pertama pada 17-20 Maret, disusul periode akhir pekan pada 21-22 Maret dengan jam operasional khusus.
Baca Juga: Bandara Lombok Siapkan Posko Terpadu, Puncak Mudik Diprediksi 17 Maret
3. Skema Ganjil-Genap
Aturan pelat nomor ini berlaku efektif mulai Selasa, 17 Maret pukul 14.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret pukul 24.00 WIB. Area pembatasannya mencakup Tol Jakarta-Cikampek KM 47 hingga Tol Semarang-Batang KM 414, serta ruas Tol Tangerang-Merak dari KM 31 hingga KM 98.
Para pengemudi sangat diimbau untuk menepi dan beristirahat di rest area terdekat setiap 1,5 hingga 2 jam sekali. Langkah antisipasi ini menjadi syarat mutlak untuk menjaga kondisi fisik tetap prima demi keselamatan seluruh anggota keluarga di perjalanan.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




