REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Piaggio Indonesia menghadirkan babak baru bagi skuter ikoniknya di Indonesia dengan meluncurkan generasi terbaru Vespa Primavera dan Vespa Sprint di Jakarta, Senin (17/3/2026). Tak sekadar penyegaran tampilan, model terbaru ini membawa perubahan penting melalui penggunaan mesin baru berkapasitas 180 cc yang lebih bertenaga.
PT Piaggio Indonesia menghadirkan lima model sekaligus, yakni Primavera, Primavera S, Sprint, Sprint S, dan Sprint Tech. Seluruhnya kini menanggalkan mesin 150 cc yang selama ini digunakan dan digantikan oleh mesin generasi baru berkapasitas lebih besar.
Baca Juga
Intip Keseruan Adu Cepat Vespa di Lintasan Offroad
Adu Cepat Motor Vespa di Lintasan Offroad
Scooter Mania, Alasan Berikut Ini Jelaskan Mengapa Vespa Matic Bisa Diunggulkan
Managing Director dan Country CEO PT Piaggio Indonesia Marco Noto La Diega mengatakan peningkatan kapasitas mesin ini merupakan evolusi penting bagi lini skuter klasik asal Italia tersebut.
“Mesin 150 cc akan digantikan. Ini adalah evolusi dari Vespa Sprint dan Vespa Primavera. Baik versi standar maupun S dan Tech, mulai saat ini akan dilengkapi mesin 180 cc,” ujar Marco.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Mesin generasi baru tersebut membawa peningkatan performa yang cukup signifikan. Sekitar 14 persen komponen utama mesin dikembangkan ulang, termasuk bagian inti mesin dan sistem transmisi.
Dari sisi performa, tenaga meningkat hingga 24 persen menjadi 11 kW (sekitar 14,7 horsepower) pada 8.250 rpm. Sementara torsi juga naik sekitar 8 persen, yang membuat akselerasi lebih responsif terutama untuk penggunaan di jalan perkotaan.
Republika sempat menjajal sebentar varian tertinggi Sprint Tech di seputar SCBD dalam kondisi kombinasi lancar dan macet. Klaim Marco cukup beralasan karena skuter Vespa ini dengan mudah meliuk-liuk dalam kondisi stop and go di kemacetan serta punya tenaga dan napas panjang dalam tarikan lurus.
Managing Director dan Country CEO PT Piaggio Indonesia Marco Noto La Diega. - (REPUBLIKA/Israr Itah)