REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN yang juga CEO Danantara Asset Management, Dony Oskaria menegaskan proses restrukturisasi BUMN karya hampir final. Hal ini disampaikan Dony di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dony menyampaikan restrukturisasi menjadi langkah awal sebelum BUMN karya melangkah pada fase konsolidasi ke dalam tiga inti bisnis utama, yakni konstruksi di area building, infrastruktur, serta engineering procurement and construction (EPC). Dony menjelaskan, restrukturisasi dimulai dengan perbaikan fundamental perusahaan, terutama lewat impairment laporan keuangan.
- BUMN Tegaskan tak Jual Daging di Atas Harga Acuan, Bantah Protes dari Pedagang Daging
- Garuda Indonesia Resmikan Sales Office di Gedung BUMN Jakarta
- Prabowo Subianto Akan Tempatkan Utusan Khusus untuk Awasi BUMN
"Mereka (BUMN Karya) kan saat ini sudah melakukan restrukturisasi, sudah hampir final. Kita sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian kita restrukturisasi terhadap utang-utangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Usai restrukturisasi untuk memperbaiki fundamental perusahaan, tahap selanjutnya adalah konsolidasi. Ia mengatakan, konsolidasi dilakukan dengan melihat kompetensi dari masing-masing BUMN dengan tiga core business utama yang dicanangkan.
"Fase konsolidasi ini yang tadi saya sampaikan, kita lihat kecocokan. Kita hanya akan masuk nanti ke tiga kelompok besar saja di masing-masing. Ada yang di infrastructure, ada yang di building dan gedung, ada yang di EPC," ucap Dony.
Dengan perbaikan fundamental dan konsolidasi, Dony optimistis masa depan BUMN karya akan semakin cerah.
"Mudah-mudahan tahun ini kita punya BUMN-BUMN yang akan sehat dan terutama sekali governance-nya kita harapkan menjadi lebih baik," sambung Dony.
Dony menegaskan BUMN Karya melangkah menuju konsolidasi dengan semangat transparansi. Setiap BUMN, kata Dony, terbuka untuk diawasi.
"Teman-teman wartawan monitor terus. Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Tidak apa-apa. Kan itu bentuk daripada kontrol kita terhadap BUMN-BUMN yang memang milik rakyat," kata Dony menegaskan.
Konsolidasi BUMN LogistikMerger BUMN di sektor logistik juga akan segera rampung pada semester pertama 2026. Dony mengatakan PT Pos yang menjadi jangkar BUMN di sektor logistik akan diperkuat dengan konsolidasi sejumlah anak usaha BUMN sektor logistik seperti Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, dan KAI Logistik. Ia menjelaskan konsolidasi ini untuk membentuk ekosistem BUMN logistik yang kuat dan efisien.
"Karena kita punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali. Kita mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong, maka langkah selanjutnya adalah merger," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dony mengatakan konsolidasi BUMN logistik direncanakan rampung pada semester pertama tahun ini. Diawali dengan perubahan struktur direksi di PT Pos yang sudah rampung, kini proses konsolidasi seluruh BUMN sektor logistik sedang berjalan.
"Jadi kami mulai langsung, Insya Allah mudah-mudahan dalam empat bulan ke depan sudah selesai. Masih ditargetkan rampung semester satu," ucap Dony.
Dony menjelaskan pada prinsipnya proses optimalisasi BUMN mengacu pada semangat untuk menciptakan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Optimalisasi itu di antaranya melalui konsolidasi.
"Setelah kita melakukan fundamental business review seluruh perusahaan kita, hasilnya ada empat. Yang pertama ada di likuidasi, kedua ada di divestasi, ketiga konsolidasi, dan keempat dilakukan restrukturisasi," sambung Dony.
Dalam sektor logistik, optimalisasi lewat konsolidasi dinilai akan semakin memperkuat peran BUMN yang tak hanya dalam ekosistem bisnis logistik dalam negeri, melainkan juga regional. Hal ini sekaligus untuk menjamin semakin lancarnya alur distribusi logistik dari supplier kepada masyarakat.




