Trump Kecewa, Sekutu Amerika Serikat Tak Mau Bantu Soal Konflik Iran di Selat Hormuz

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kecewa terhadap sejumlah sekutunya yang menolak mengirim kapal perang guna mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Strait of Hormuz. Hal ini menyusul gangguan dalam jalur pelayaran tersebut akibat perangnya dengan Iran.

Trump mengatakan sejumlah negara sebenarnya telah menyatakan kesiapan membantu, namun ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap beberapa sekutu lama karena menunjukkan sikap kurang antusias meskipun selama ini mendapat dukungan keamanan dari Washington.

Baca Juga: Jerman Tolak Permintaan Trump: Katanya Amerika Serikat Tak Perlu Bantuan Lawan Iran...

“Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

“Ada negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun, bahkan kami melindungi mereka dari ancaman luar, tetapi mereka tidak terlalu bersemangat. Tingkat antusiasme itu penting bagi saya," tambahnya.

Diketahui, Jerman, Spanyol, dan Italia menyatakan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengirim kapal militer ke Selat Hormuz. Negara-negara tersebut menilai konflik yang sedang berlangsung tidak secara langsung melibatkan mereka.

Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki konflik serius dengan Iran. Pihaknya juga tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam konflik dari negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Kornelius juga mengungkit bagaimana prosesi perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Ia mengatakan kedua negara tidak melakukan konsultasi sebelum dimulainya operasi militer terhadap Iran.

Jerman juga memberikan sindiran pedas untuk Trump. Ia mengungkit bagaimana sebelumnya sang presiden mengatakan tidak membutuhkan bantuan dalam perangnya terhadap Iran.

Sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas mengatakan pihaknya telah memang membahas kemungkinan memperkuat operasi angkatan laut dalam kawasan terkait, tetapi belum ada kesepakatan untuk mengubah mandat misi yang ada dalam Naval Force Aspides.

Ketegangan Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian global karena jalur tersebut merupakan salah satu titik penting perdagangan energi dunia. Hal ini menyusul gejolak ekonomi akibat hal tersebut.

Diketahui, sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati perairan sempit ini. Namun konflik yang sedang berlangsung membuat jalur tersebut sebagian besar tertutup setelah serangan drone dan ranjau laut menghambat pelayaran tanker.

Baca Juga: Tolak Permintaan Amerika Serikat, Uni Eropa Tak Akan Perluas Misi Angkatan Lautnya ke Iran

Konflik tersebut juga menimbulkan dampak ekonomi bagi sekutu Amerika Serikat. Beberapa negara menyatakan mereka tidak dilibatkan dalam keputusan awal untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Efisiensi Anggaran Imbas Perang Iran, Termasuk MBG?
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Diduga Pangkas Anggaran MBG, 2 SPPG di Ponorogo Kena Suspend BGN
• 23 jam lalurealita.co
thumb
BPBD Jatim dan BMKG Juanda Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Terminal Jatijajar Mulai Dipadati Pemudik Jelang Mudik Lebaran
• 20 jam laludetik.com
thumb
Saksi Ungkap Detik-detik Ledakan saat Tarawih di Masjid Jember
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.