Antrean panjang kendaraan pemudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Kepadatan tersebut terjadi sejak Minggu (15/3) malam.
Pada Senin (16/3) siang panjang antrean mencapai 19 kilometer dan 5 kilometer.
"Pukul 14.00 WITA, situasi aman, arus lalin penyeberangan keluar Bali menuju Jawa sangat padat," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Senin (16/3).
Begini detailnya:
Ekor antrean dari arah Denpasar sampai Turu Persil, Desa Melaya, mencapai 19 km.
Ekor antrean dari arah Singaraja sampai Hutan Cekik 5 km dari pelabuhan.
"Kondisi saat ini telah dilakukan pengaturan mempercepat kendaraan prioritas, lalu melakukan pengantongan pada Terminal Kargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik," ujar Ariasandy.
Seluruh parkiran dermaga MB 1, 2, 3, 4, dan LCM maupun parkir Terminal Manuver, menurut Ariasandy, telah terisi penuh. "Didominasi kendaraan pribadi, sedangkan untuk antrean sepeda motor nihil," ujarnya.
ASDP Minta MaafTerkait kondisi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah mengoptimalkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan mengoperasikan 35 kapal nonstop selama 24 jam, untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan bahwa peningkatan pergerakan kendaraan terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik yang hendak menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi pada 18-20 Maret 2026.
“ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa. Peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat dan kendaraan logistik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi,” ujar Windy melalui siaran pers, Senin (16/3).
Untuk menjaga ritme layanan tetap optimal, menurut Windy, ASDP melakukan penambahan 7 kapal dari pola operasional normal 28 kapal, sehingga saat ini total 35 kapal beroperasi bergantian selama 24 jam di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
“Dengan armada yang bergerak nonstop, kapasitas angkut meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap,” tambah Windy.
Selain penambahan armada, Windy menuturkan, enam kapal menerapkan pola operasional TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) guna mempercepat siklus layanan kapal di pelabuhan. Kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan di pelabuhan tersebut.
Windy menyebut operasional lintasan Ketapang-Gilimanuk juga didukung 17 dermaga aktif, terdiri dari 9 dermaga di Pelabuhan Ketapang (4 MB, 3 LCM, 1 ponton, 1 Bulusan) dan 8 dermaga di Pelabuhan Gilimanuk (4 MB dan 4 LCM). "Dermaga LCM difokuskan melayani kendaraan logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang," katanya.
“Sebagai bagian dari percepatan layanan, Dermaga 3 Pelabuhan Ketapang diberlakukan pola penuh TBB sejak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, di mana kapal yang tiba hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang,” kata Windy.
Menurut Windy, ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk KSOP, kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah, untuk mempercepat pengaturan operasional di lapangan serta memastikan pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan tetap terkelola dengan baik.
“Koordinasi lintas stakeholder terus kami lakukan secara intensif agar ritme operasional dapat dipercepat dan antrean kendaraan dapat tertangani dengan baik sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Respons MenhubMenteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menanggapi situasi di Pelabuhan Gilimanuk itu. Ia mengatakan pihaknya akan menambah kapal untuk mengurai antrean kepadatan.
"Yang pasti Gilimanuk kita menyiapkan buffer zone, kita tambah kapal, kemudian kita pisahkan kendaraan-kendaraan besar, kita masukkan ke buffer zone sehingga kendaraan-kendaraan kecil maupun bus bisa didahulukan," kata Dudy di acara pencanangan hunian program tiga juta rumah di Jalan Manggarai, Jakarta.
Dudy mengatakan, pihaknya juga akan memprioritaskan kendaraan roda dua untuk menyeberang.
"Jadi kita berikan untuk mereka masuk. Jadi ada penambahan kapal, buffer zone, kemudian prioritas kendaraan roda 2 dan juga kendaraan kecil dan bus," pungkasnya.
Mulai KondusifKakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan antrean panjang tersebut mulai terurai pada Senin malam.
“Peristiwa di Gilimanuk sudah selesai, jadi per malam ini sudah cukup kondusif. Jadi kolaborasi kita dengan stakeholder, dengan Kementerian Perhubungan, dengan ASDP, KSOP sudah clear. Jadi buffer zone-buffer zone udah bagus,” ujar Agus saat meninjau kondisi lalu lintas di KM 57 A ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat, Senin (16/3) malam.




