TAPG Cetak Laba Bersih Rp3,84 Triliun di 2025, Tumbuh 19 Persen

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan meraih laba bersih sebesar Rp3,84 triliun.

TAPG mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan meraih laba bersih sebesar Rp3,84 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu, seiring dengan kenaikan harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. TAPG mencetak laba bersih sebesar Rp3,84 triliun, naik 19 persen secara tahunan.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Senin (16/3/2026) malam, TAPG meraih pendapatan usaha sebesar Rp11,4 triliun, tumbuh 18 persen. Pendapatan ini ditopang oleh segmen CPO dengan porsi 83 persen, diikuti PK (Palm Kernel) 12 persen dan PKO (Palm Kernel Oil) 5 persen.

Baca Juga:
TAPG Operasikan Pabrik Biokokas Cangkang Sawit di Kalimantan Barat

Harga jual rata-rata CPO tercatat naik 8 persen menjadi Rp14.220 per kg selama 2025, sementara PK dan PKO masing-masing menguat 52 persen (Rp11.964 per kg) dan 37 persen (Rp26.212 per kg).

Selain harga yang meningkat, kinerja positif emiten sawit milik taipan TP Rachmat tersebut juga didukung oleh kenaikan produksi seiring usia tanaman sawit yang berada pada fase produktif. Angka Oil Extraction Rate (OER) TAPG juga naik 0,2 poin menjadi 23,3 persen.

Baca Juga:
Emiten Sawit TP Rachmat (TAPG) Kantongi Dividen Rp450 Miliar dari Union Sampoerna

Sepanjang 2025, produksi tandan buah segar (TBS) pada kebun inti meningkat 3 persen menjadi 3,04 juta ton, sedangkan produksi TBS pada kebun plasma juga naik 17 persen menjadi 384 ribu ton.

Hingga 31 Desember 2025, 82,7 persen tanaman sawit TAPG berada pada fase produktif alias tanaman menghasilkan optimal (7-20 tahun). Sisanya 4,4 persen adalah tanaman muda (4-6 tahun), 6,9 persen tanaman yang belum menghasilkan (0-3 tahun), dan tanaman tua (lebih dari 20 tahun) sebesar 6 persen.

Selain CPO, TAPG juga mencatat peningkatan produksi pada pabrik kelapa sawit (PKS) sebesar 3 persen pada 2025. Saat ini, total PKS berjumlah 18 unit dengan tingkat kapasitas terpasang 995 ton per jam. Pada 2026, perseroan siap membangun 1 PKS lagi dengan kapasitas 30-45 ton per jam.

Dari sisi aset, TAPG memiliki aset lancar Rp3,98 triliun, tumbuh 32 persen dengan total aset naik 3 persen menjadi Rp14,70 triliun. Adapun liabilitas turun 1 persen menjadi Rp3,01 triliun imbas penurunan liabilitas jangka pendek 21 persen, sedangkan ekuitas naik 4 persen menjadi Rp11,69 triliun.

Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2025 juga meningkat 6 persen menajdi Rp3,4 triliun. Kenaikan tersebut mengindikasikan laporan keuangan  menghasilkan uang secara nyata.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Tol Terpendek di Indonesia
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pantauan Udara Ungkap Antrean Pemudik di Gilimanuk Masih Panjang
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Populer: Rupiah Melemah ke Rp 17.005/Dolar AS; Prabowo Tanggapi Batas Defisit
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Bus Jakarta–Padang Masuk Jurang di Lahat, 1 Tewas dan 6 Luka
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Selasa 17 Maret 2026 di Jabodetabek
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.