HUJAN rudal dan pesawat nirawak (drone) mengguyur Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin waktu setempat. Serangan ini menewaskan satu orang warga sipil, melumpuhkan operasional bandara internasional tersibuk di dunia, serta memicu kebakaran hebat di pusat energi utama negara tersebut.
Sejak perang pecah di Timur Tengah, Iran terus meningkatkan intensitas serangannya ke wilayah UEA. Aksi militer ini tidak hanya mengincar instalasi energi di kedua sisi Selat Hormuz, tetapi juga mulai mengganggu jalur penerbangan komersial internasional dan memberikan tekanan ekonomi yang berat bagi negara kaya minyak tersebut.
Dampak Serangan di Berbagai EmiratDi pinggiran ibu kota Abu Dhabi, kantor media pemerintah melaporkan seorang warga sipil asal Palestina tewas setelah sebuah rudal menghantam mobil yang dikendarainya. Hingga saat ini, UEA mencatat total tujuh kematian sejak perang dimulai, termasuk lima warga sipil dan dua personel militer.
Baca juga : Iran Gempur Fasilitas Minyak, Harga Brent Melonjak Tajam
Sementara itu, di Emirat Fujairah yang terletak di bagian timur, serangan drone menghantam infrastruktur minyak dan memicu kebakaran besar. Otoritas setempat menyatakan bahwa "upaya terus dilakukan untuk mengendalikannya" dan melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dampaknya, raksasa minyak milik negara, ADNOC, terpaksa menghentikan aktivitas pengisian minyak ke tangki penyimpanan di fasilitas Fujairah. Jalur pipa di Fujairah sangat krusial karena memungkinkan ekspor minyak UEA melewati Selat Hormuz yang saat ini ditutup oleh Iran.
Bandara Dubai Sempat LumpuhOperasional di Bandara Internasional Dubai, pusat transit penerbangan dunia, sempat terhenti akibat kebakaran tangki bahan bakar yang dipicu "insiden terkait drone". Penumpang sempat dievakuasi ke lantai bawah selama beberapa jam sebelum penerbangan perlahan mulai dilanjutkan.
Baca juga : Dubes Iran di PBB Tuding AS dan Israel Sengaja Sasar Sipil, 1.300 Tewas
Seorang saksi mata di bandara menceritakan suasana mencekam yang dialaminya kepada AFP. "Beberapa minggu terakhir terasa sulit dengan suara ledakan yang terdengar rutin, namun serangan Iran ini mengikuti saya hingga jam-jam terakhir sebelum saya terbang pulang," ujarnya.
Eskalasi RegionalSerangan masif ini terjadi sehari setelah diplomat tinggi Teheran, Abbas Araghchi, menuduh pangkalan AS di Timur Tengah digunakan untuk menyerang Iran. Namun, klaim tersebut telah dibantah keras oleh pejabat UEA.
Data mencatat Iran telah meluncurkan lebih dari 1.900 rudal dan drone ke arah UEA sejak awal perang, jumlah tertinggi dibandingkan negara lain yang menjadi target Teheran. Meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, serangan yang berulang tetap mengganggu stabilitas kawasan.
Tidak hanya UEA, negara tetangga seperti Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain juga melaporkan adanya upaya intersepsi terhadap ratusan drone dan rudal Iran di wilayah udara mereka pada hari yang sama. Pihak Qatar menegaskan bahwa dialog dengan Iran hanya mungkin dilakukan jika Teheran menghentikan agresinya di Teluk. (AFP/Z-2)




