Tetaplah Membaca Buku walau Libur Lebaran

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Meski libur lebaran telah dimulai, buku menjadi satu barang yang jangan sampai ketinggalan untuk dibawa dalam perjalanan mudik Lebaran. Jika sudah terlanjur tertinggal, masyarakat tetap bisa mengakses bacaan bermutu di sejumlah titik-titik keramaian liburan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa tahun ini kembali menggelar program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) pada 16–17 Maret 2026 di sembilan lokasi keberangkatan pemudik di Jakarta dan Banten.

Sembilan lokasi itu meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengutarakan, ini bukan sekadar membagikan 24.000 eksemplar buku bermutu secara gratis, tetapi juga menyajikan berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan.

Hal ini bertujuan agar anak-anak akan memiliki pengalaman seru saat mudik. Variasi kegiatan literasi inip juga merupakan bagian dari upaya agar anak tak menggunakan gawai secara berlebihan sepanjang perjalanan.

"Kami ingin anak-anak kita lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai. Anak-anak jangan lupa, nanti di kereta baca buku. Jangan pegang HP, pegang buku,” kata Mu'ti di Stasiun Pasar Senen Jakarta, dalam keterangan pers, pada Selasa (17/3/2026).

Dia menegaskan, upaya memperkuat literasi memang harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Membaca buku terus didorong sebagai bagian dari kebiasaan belajar di sekolah. Anak-anak tidak hanya diminta mengerjakan lembar kerja, tetapi juga membaca buku dan menuliskan kembali apa yang mereka pahami.

Perjalanan mudik, lanjut Mu'ti, bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Waktu berjam-jam di kereta atau bus dapat dimanfaatkan untuk membaca bersama keluarga. Orangtua yang baik harus mengoptimalkan momentum ini.

"Bapak-ibunya jangan hanya pegang handphone juga, ya. Kalau itu sudah bisa kita bangun maka upaya kita untuk membangun generasi yang cerdas dan berkualitas dapat kita mulai dari membaca buku," ucapnya.

Baca JugaLiterasi Bangkit dari Gang Sempit

Di ruang tunggu stasiun Pasar Senen, Jakarta, semangat itu tampak pada Aji Santosa, pemudik asal Jakarta, yang duduk bersama dua anaknya. Sambil menunggu kereta menuju kampung halaman di Purwokerto, Jawa Tengah, Aji membuka sebuah buku cerita yang baru saja mereka terima.

Setiap pemudik diperbolehkan membawa pulang hingga lima buku secara gratis.

Dia mengaku senang dengan adanya pembagian buku gratis di stasiun. Baginya, kegiatan sederhana seperti membaca bersama dapat membuat waktu menunggu perjalanan terasa lebih menyenangkan. Kesempatan langka ini dimanfaatkannya untuk membangun kualitas bersama anak-anaknya.

"Lupa (bawa buku), untung dapat ini, jadi program ini semoga terus ada dan lebih banyak lagi setiap mudik atau selamanya aja di sini ada tempat baca," kata Aji.

Posisi ruang baca

Selain itu, Mendikdasmen Mu'ti mendorong semua pengelola terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara bisa menyediakan ruang baca yang tidak lagi di pojok, melainkan dipindah ke tengah agar dilirik oleh para penumpang. Kemendikdasmen pun berkomitmen akan mengisi buku-bukunya secara berkala.

Hal ini diterapkan oleh pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta yang memindahkan ruang baca dari luar ke dalam ruang tunggu agar pemudik bisa membaca sembari menunggu panggilan keberangkatan. "Kita mau membiasakan mereka kembali membaca dan mencari literasi," kata Kolonel Ali Sudibyo, General Manager Operations Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca JugaLiterasi Penyambung Silaturahmi Lintas Negara

Jumlah buku yang dibagikan pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dari 20.000 menjadi 24.000 buku. Setiap pemudik diperbolehkan membawa pulang hingga lima buku secara gratis.

Program ini turut didukung oleh berbagai mitra, antara lain Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit buku seperti PT Gramedia Pustaka Utama, PT Macananjaya Cemerlang, dan Balai Pustaka.

Beberapa penerbit buku lainnya yang mendukung program tersebut yakni CV Bukit Mas, CV Aldeaz, Solo Murni, Sejahtera Printing, PT Temprina Media Grafika, PT ProVisi Mandiri Pratama, Asia Foundation, Yayasan Litara, dan Arya Duta.

"Tempat ini tidak hanya membagikan buku, ada juga ruang baca, di sini bisa membaca nyaring, mengulas buku, serta mendongeng dan mewarnai," kata Hafidz Muksin, Kepala Badan Bahasa.

Baca JugaMembaca Tanpa Membaca

Program tersebut menegaskan bahwa perjalanan mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga momentum memperkenalkan literasi kepada anak-anak di ruang-ruang yang tidak biasa.

Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan pemudik, buku-buku kecil di tangan anak-anak menjadi simbol sederhana bahwa kebiasaan membaca bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah perjalanan pulang kampung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Sepeda Motor Dilaporkan Hilang di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Hari Ini
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Seskab Teddy Blusukan ke Stasiun Pasarsenen Cek KA Ekonomi Kerakyatan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Purbaya Kejar 10 Perusahaan Underinvoicing untuk Tambah Penerimaan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Guardiola Percaya City Bisa Ciptakan Keajaiban Lawan Madrid
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Kasatgas Tito Karnavian dan Mensos Salurkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.