Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan, Arus Dana ETF Menguat

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga Bitcoin naik mendekati level tertinggi dalam hampir enam pekan seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko, di tengah optimisme bahwa gejolak pasar akibat konflik di Timur Tengah mulai mereda.

Mengutip Bloomberg, kripto terbesar di dunia itu sempat menguat sekitar 4% hingga menyentuh level US$74.512 pada Senin (16/3/2026), tertinggi sejak awal Februari, sebelum memangkas sebagian kenaikannya. Meski demikian, Bitcoin masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober lalu.

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah aset kripto lain yang cenderung lebih volatil. Solana dan XRP masing-masing sempat melonjak hingga 8% dan 9%. Sementara itu, Ethereum, kripto terbesar kedua setelah Bitcoin menguat hingga 10%, lebih dari dua kali lipat kenaikan Bitcoin.

Lonjakan tersebut menjadi kenaikan harian terbesar Ethereum sejak awal Maret sekaligus membawa harganya ke level tertinggi sejak awal Februari.

Di tengah konflik dengan Iran yang pecah pada akhir Februari, Bitcoin dinilai mampu bertahan lebih baik dibandingkan sejumlah aset tradisional. Sepanjang bulan ini, harga emas tercatat turun sekitar 5%, sementara Bitcoin justru menguat lebih dari 12%.

Penurunan harga minyak pada awal pekan turut mendorong penguatan saham dan obligasi global, di tengah harapan bahwa lebih banyak kapal tanker dapat kembali melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga

  • Dua Sisi Pemulihan Bitcoin
  • Bitcoin Sempat Melejit ke US$74.000, Tersengat Konflik Timur Tengah
  • Opsi Investasi Bitcoin di Tengah Lonjakan Harga Minyak & Fluktuasi Rupiah

Sentimen pasar juga terbantu oleh sinyal bahwa negara-negara maju berpotensi melepas lebih banyak cadangan energi untuk menjaga stabilitas pasokan.

Salah satu pendiri Orbit Markets Caroline Mauron mengatakan pasar kripto menunjukkan sentimen bullish dalam sepekan terakhir meskipun ketidakpastian geopolitik masih membayangi.

“Kripto berada dalam suasana bullish selama sepekan terakhir meskipun ada ketidakpastian geopolitik,” ujar Mauron dikutip dari Bloomberg, Selasa (17/3/2026).

Menurut Mauron, peluang Bitcoin menembus level US$75.000 kini cukup terbuka karena investor ritel maupun pembeli strategis mulai menilai fase koreksi tajam di pasar kripto kemungkinan telah berakhir.

Data perusahaan analisis blockchain Glassnode menunjukkan para market maker saat ini secara struktural berada pada posisi short call di level US$75.000.

Ketika harga spot mendekati level tersebut, arus lindung nilai atau hedging berpotensi meningkat sehingga dapat memperkuat kenaikan harga.

Dalam 24 jam terakhir, likuidasi di pasar kripto tercatat mencapai sekitar US$530 juta, menurut data yang dihimpun Coinglass.

Chief Market Analyst FxPro Alex Kuptsikevich mengatakan di sekitar level US$75.000 terdapat kemungkinan pelaku pasar bearish kembali mengambil kendali sehingga Bitcoin dapat bergerak dalam pola rebound korektif setelah sebelumnya mengalami penurunan.

“Dari perspektif analisis lintas pasar, pihak bearish memiliki lebih banyak argumen. Namun Bitcoin sering kali bergerak lebih dulu dibanding pasar lainnya, mencerminkan perubahan sentimen yang mendasarinya,” ujarnya.

Sementara itu, arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) menunjukkan tanda-tanda kembalinya kepercayaan investor institusional terhadap aset kripto. Arus masuk bersih ke 12 ETF Bitcoin spot yang tercatat di Amerika Serikat mencapai lebih dari US$763 juta pada pekan lalu, menandai tiga pekan berturut-turut terjadi inflow.

Sepanjang Maret, total arus masuk bersih ke produk tersebut tercatat mencapai sekitar US$1,3 miliar.

Analis BTC Markets Rachael Lucas mengatakan sekitar 78% dari arus dana tersebut mengalir ke produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Menurutnya, konsentrasi tersebut mencerminkan pembelian berbasis keyakinan investor, bukan sekadar rotasi spekulatif.

Di sisi lain, perusahaan Strategy Inc. milik Michael Saylor juga mengumumkan pembelian Bitcoin senilai hampir US$1,6 miliar dalam sepekan terakhir. Transaksi tersebut menjadi akuisisi Bitcoin terbesar perusahaan sejak Januari.

Perusahaan treasury aset digital BitMine Immersion Technology Inc. juga meningkatkan pembelian Ethereum dalam dua pekan terakhir. Ketua perusahaan Tom Lee mengatakan pihaknya membeli hampir 61.000 token Ether pada pekan lalu.

Saham perusahaan terkait kripto pun ikut menguat. Saham Strategy tercatat naik sekitar 5,6%, sementara saham Coinbase Global Inc. naik sekitar 4% dan Riot Platforms Inc. menguat sekitar 3%. Adapun saham BitMine melonjak sekitar 14%.

Chief Operating Officer BTSE Jeff Mei menilai pernyataan Iran yang menyebut Selat Hormuz hanya ditutup bagi kapal dari “negara musuh” memberi sinyal bahwa ancaman kemungkinan hanya ditujukan kepada kapal milik Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Mei, apabila konflik mulai mereda, Bitcoin berpotensi pulih dengan cepat dan kembali mendekati level US$100.000.

“Namun jika konflik berkepanjangan, Bitcoin juga bisa kembali turun menuju kisaran US$60.000,” ujarnya.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadishub: Pemudik Lewat Terminal Bus Menurun, tapi di Kampung Rambutan Naik
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Atasi Krisis Sampah Jakarta, Pramono Ajak Warga Pilah dari Rumah
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menyimak Jalinan Asmara Pasangan Tunagrahita
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Keluarga Paling Bermakna dan Menyentuh Hati
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wakapolri Tinjau Arus Mudik Lewat Udara, Pastikan Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali
• 34 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.