Indointernet (EDGE) Bersiap Go Private dan Delisting dari BEI

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia infrastruktur digital PT Indointernet Tbk. (EDGE) bersiap meninggalkan lantai bursa seiring rencana go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan kepada pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Manajemen Indointernet telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan saham atau delisting melalui surat kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Februari 2026.

Sebagai tindak lanjut atas permohonan tersebut, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham EDGE di seluruh pasar sejak 10 Februari 2026 hingga pengumuman lebih lanjut dari bursa.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menjelaskan bahwa persetujuan RUPSLB Independen akan mencakup sejumlah agenda, termasuk pembatalan pencatatan saham EDGE dari BEI, perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, serta pemberian kewenangan kepada direksi untuk melaksanakan seluruh proses go private dan delisting.

Selain itu, rapat juga akan membahas perubahan anggaran dasar perusahaan yang diperlukan seiring perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Baca Juga

  • Indointernet (EDGE) Kantongi Laba Bersih Rp120,8 Miliar pada 2025
  • Bos Indointernet (EDGE) Ungkap 2 Alasan Delisting dari BEI
  • Indointernet (EDGE) Bakal Delisting Sukarela dari BEI, Sahamnya Disuspensi

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, rencana go private dan delisting harus disetujui oleh pemegang saham independen yang mewakili lebih dari 50% saham dengan hak suara yang dimiliki oleh pemegang saham independen.

Apabila kuorum rapat pertama tidak tercapai, perseroan dapat menyelenggarakan rapat kedua maupun ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.

Tender Sukarela

Dalam skenario rencana tersebut disetujui, pemegang saham publik akan diberikan kesempatan untuk menjual sahamnya melalui penawaran tender sukarela.

Penawaran tersebut akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd, yang merupakan bagian dari grup Digital Edge.

Harga penawaran kepada pemegang saham publik akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam POJK No.45/2024, yakni lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian saham dalam 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB terkait perubahan status perusahaan.

Manajemen menjelaskan bahwa pemegang saham publik yang menjual sahamnya melalui tender sukarela akan dikenakan pajak transaksi saham sebesar 0,1% dari nilai penjualan, atau 0,6% untuk saham pendiri.

Sementara itu, pemegang saham publik yang memilih untuk tidak menjual sahamnya akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup setelah proses delisting selesai.

Dalam kondisi tersebut, saham tidak lagi dapat diperdagangkan melalui mekanisme bursa.

Alasan Go Private

Manajemen Indointernet menjelaskan bahwa rencana go private dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dalam ekosistem grup Digital Edge.

Andrew Joseph Rigoli, Direktur Utama Indointernet, mengatakan bahwa perseroan telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan atau delisting melalui surat No. 007/Indonet/Dir-Srt/I1/2026 kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam surat itu, EDGE juga mengajukan permohonan suspensi efek perseroan di lantai bursa. 

Atas permohonan tersebut, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Adi Pratomo Aryanto dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek atau suspensi terhadap saham PT Indointernet Tbk. (EDGE) mulai 10 Februari 2026. Saat ini, saham EDGE tercatat di Papan Pengembangan BEI.

“Perseroan mengajukan permohonan delisting dan suspensi saham karena bermaksud untuk melakukan perubahan status dari perusahaan terbuka yang tercatat menjadi perusahaan tertutup (go private) dan delisting dari BEI,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/2/2026). 

Andrew menjelaskan bahwa EDGE merupakan bagian dari grup Digital Edge yang bergerak di bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center) dan serat optik (fiber optic). Meskipun sektor ini terus bertumbuh, lanjutnya, tingkat persaingan menjadi semakin ketat. 

Manajemen Indointernet menjabarkan dua alasan yang mendorong emiten data center itu angkat kaki dari BEI.

Pertama, Indointernet ingin menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Andrew memaparkan bahwa kegiatan usaha grup memerlukan integrasi yang mulus antarperusahaan menyederhanakan untuk proses pengambilan keputusan, melaksanakan rencana investasi jangka panjang, serta memfasilitasi penyelarasan strategis. 

Dia mengatakan hal itu mungkin tidak dapat dilakukan secara optimal dalam kerangka regulasi dan kepatuhan sebagai perusahaan terbuka.

Kedua, Indointernet menilai saham perusahaan tidak diperdagangkan secara aktif di Bursa. Akibatnya, likuiditas saham EDGE menjadi terbatas dan status sebagai perusahaan tercatat menjadi kurang efektif. 

“Proses go private dan voluntary delisting juga memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, Indointernet melantai di BEI pada 8 Februari 2021. Perusahaan bergerak di bidang internet service provider, telekomunikasi dengan kabel, holding, hosting, konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya. 

Dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), Indointernet akan menawarkan 80,81 juta lembar saham. Total dana yang diraih mencapai Rp595,97 miliar. Hingga akhir Januari 2026, saham EDGE dikuasai oleh Digital Edge (Hong Kong) sebesar 89,1%. 

Indointernet Tbk. - TradingView
______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBNU Desak Pemerintah Konsisten dalam Penentuan Satu Syawal 1447 H
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Panduan Keselamatan Berkendara saat Mudik Bersama Anak dari IDAI
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenhut Tegaskan Transformasi Tata Kelola Hutan Hadapi Perubahan Iklim
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Liburan Lebaran ke Luar Negeri Tanpa Repot Tukar Uang, Gini Caranya!
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Top 3 News: Kades Hoho Ngadu ke Dedi Mulyadi, Kusir Delman di Garut Senyum Bahagia, hingga Besaran Gaji Dedi Mulyadi
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.