Gak Cuma Soal Rasa, Kebiasaan Minum Air Masyarakat Indonesia Mulai Berubah

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu lingkungan terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini juga mulai tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam memilih dan mengonsumsi air minum. Jika sebelumnya konsumen lebih fokus pada faktor praktis dan harga, kini semakin banyak masyarakat yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan, termasuk air minum dalam kemasan (AMDK).

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian konsumen terhadap aspek keberlanjutan dalam memilih produk. Komitmen perusahaan terhadap lingkungan kini tidak hanya dipandang sebagai nilai tambah, tetapi juga menjadi faktor penting yang memengaruhi reputasi dan tingkat kepercayaan publik terhadap sebuah merek. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Menteri LH Hanif akan Panggil Pengelola Rest Area Pantura yang Tak Benahi Pengelolaan Sampah
Data World Economic Forum Ungkap Lonjakan Gaya Hidup & Prioritas Kesehatan Pascapandemi

Laporan World Visualized bertajuk Indonesia’s Bottled Water Brands Face a Moment of Truth in 2025 mencatat bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan semakin menjadi indikator utama dalam penilaian konsumen terhadap merek AMDK. Konsumen kini tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tetapi juga melihat sejauh mana perusahaan menunjukkan komitmen nyata terhadap praktik yang lebih berkelanjutan.

Perubahan pola pikir ini mendorong sejumlah perusahaan untuk menghadirkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Selain penggunaan galon guna ulang, berbagai inovasi juga dikembangkan seperti pemanfaatan plastik daur ulang serta desain kemasan yang lebih ringan untuk mengurangi penggunaan material plastik.

Langkah-langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap persoalan sampah plastik. Volume sampah di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA) terus bertambah setiap tahunnya, sehingga upaya pengurangan sampah menjadi salah satu fokus penting dalam pengelolaan lingkungan.

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa timbulan sampah nasional mencapai sekitar 36 juta ton pada 2024 dari 342 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 19,59 persen merupakan sampah plastik.

Sementara itu pada 2025, data sementara dari 249 kabupaten/kota menunjukkan timbulan sampah mencapai sekitar 25 juta ton, dengan 20,45 persen di antaranya berupa sampah plastik. Angka ini diperkirakan masih akan meningkat seiring proses penghitungan yang masih berlangsung.

Baca Juga :
Dorong Inisiatif Hijau, Ajinomoto Kurangi Penggunaan Plastik hingga 1.736 Ton pada 2025
Usung Kirei Lifestyle, Ini Strategi Kao Indonesia Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah
Kasus Longsor Maut Bantargebang Diusut, Menteri LH Sebut Bakal Ada Tersangka Pekan Depan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
17.657 Penumpang Kereta Api Berangkat dari Stasiun Gambir Saat H-4 Lebaran, Selasa 17 Maret 2026
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Geledah Rumah Dinas Bupati Cilacap, KPK Sita HP Berisi Chat Pengumpulan Uang
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
3 Zodiak Ini Dikenal Paling Menarik dan Punya Daya Tarik Memikat yang Alami
• 6 menit lalubeautynesia.id
thumb
Ramadan di Lapangan Migas, Pertamina Perkuat HSSE dan Sinergi Operasi Migas
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Saint Kitts dan Nevis di FIFA Series 2026: Tonton di Indosiar dan SCTV
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.