Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Reda dan Wall Street Rebound

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia menguat pada Selasa (17/3/2026) seiring kenaikan di Wall Street semalam, setelah harga minyak yang mulai mereda membantu memperbaiki sentimen.

Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Reda dan Wall Street Rebound. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada Selasa (17/3/2026) seiring kenaikan di Wall Street semalam, setelah harga minyak yang mulai mereda membantu memperbaiki sentimen investor.

Hingga pukul 08.39 WIB, Indeks Nikkei 225 naik 0,45 persen, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 1,19 persen. Kenaikan ini memutus tren penurunan selama tiga hari sebelumnya.

Baca Juga:
Timur Tengah Bergejolak, Airlangga Klaim Ekonomi RI Tetap Kuat dan Solid

Melansir dari Trading Economics, pergerakan tersebut terjadi setelah beberapa kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Selain itu, sejumlah negara ekonomi besar diperkirakan melepas cadangan minyak strategis untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan.

Baca Juga:
TAPG Cetak Laba Bersih Rp3,84 Triliun di 2025, Tumbuh 19 Persen

Lonjakan harga minyak sebelumnya sempat memicu kekhawatiran inflasi, terutama bagi negara pengimpor minyak seperti Jepang yang sangat rentan terhadap guncangan pasokan energi.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada pekan ini di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Baca Juga:
Selamat Sempurna (SMSM) Raih Laba Bersih Rp1,13 Triliun pada 2025

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,08 persen, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama tiga hari sebelumnya seiring membaiknya sentimen pasar.

Investor Negeri Kanguru menanti keputusan kebijakan penting dari Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan diumumkan hari ini.

Setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Februari, RBA diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan di tengah meningkatnya risiko inflasi.

Ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu arus minyak melalui Selat Hormuz juga telah mendorong harga bahan bakar melonjak tajam.

Hang Seng Hong Kong juga terkerek 0,75 persen, KOSPI Korea Selatan melonjak 2,46 persen, dan STI Singapura tumbuh 1,07 persen. Demikian pula, Shanghai Composite naik tipis 0,03 persen.

Di Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat pada Senin setelah investor kembali masuk ke pasar saham usai beberapa pekan tertekan akibat eskalasi konflik Iran.

Pada saat yang sama, harga minyak turun dari level tertingginya baru-baru ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 387,94 poin atau 0,83 persen menjadi 46.946,41.

Indeks S&P 500 menguat 1,01 persen menjadi 6.699,38, mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan. Sementara itu, Nasdaq Composite bertambah 1,22 persen ke 22.374,18. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Penerbangan Indonesia ke Dubai Dialihkan, Terdampak Insiden Drone UEA
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rupiah Menguat Dibayangi Isu Defisit APBN & Naiknya Tensi Geopolitik Timur Tengah
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Minimalisasi Curah Hujan Tinggi, BPBD Jatim Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis, Angkut 35.000 Pemudik ke 20 Kota
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Ramalan Karier Shio 17 Maret 2026: Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.