Harga minyak mentah turun sekitar 3 persen pada Senin (16/3), setelah beberapa kapal berlayar melalui Selat Hormuz, bahkan ketika sekutu AS menolak seruan Presiden Donald Trump untuk membantu membuka blokade selat tersebut, dan ketika kepala IEA menyarankan lebih banyak cadangan dapat dilepaskan untuk menekan biaya akibat perang.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD 2,93, atau 2,8 persen, menjadi USD 100,21 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 5,21, atau 5,3 persen, menjadi USD 93,50 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara ICE Newcastle juga menurun pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak Maret 2026 turun 1,8 persen dan berada di harga USD 132,30 per ton.
CPO
Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia melonjak pada Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO naik sekitar 1,5 persen menjadi sekitar MYR 4.650 per ton.
Nikel
Harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Harga nikel berdasarkan London Metal Exhange (LME) naik 1,15 persen menjadi USD 17.465 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exhange (LME) melesat 2,56 persen dan menetap di USD 48.265 per ton.





