Cerita Orangtua Melawan Konten “Brainrot” yang Dikonsumsi Anak di Medsos

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketergantungan anak pada handphone atau gadget semakin menjadi kekhawatiran banyak orang tua di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan konten digital.

Di balik layar gadget yang tampak menghibur, tersimpan potensi ancaman berupa paparan konten yang tidak sesuai usia, yang dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan anak dan memicu masalah emosional.

Keresahan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berencana membatasi anak di bawah usia 16 tahun untuk memiliki dan menggunakan akun media sosial serta platform digital berisiko tinggi.

Baca juga: Psikolog UI: Melarang Anak Main Gadget Tanpa Alternatif Bisa Ganggu Emosi

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.

Bagi Zaki (35), seorang ayah dari anak laki-laki berusia 10 tahun yang kini duduk di bangku kelas 3 SD, kebijakan tersebut merupakan langkah yang telah lama ia tunggu.

Sebagai orang tua, Zaki mengaku lelah menghadapi gempuran konten-konten buatan Artificial Intelligence (AI) yang dinilainya memberikan stimulus negatif bagi anak, atau yang kerap disebut sebagai brainrot, yang dikonsumsi anaknya melalui media sosial.

"Saya sangat setuju dan mendukung sih kebijakannya. Sejujurnya, malah sebenernya ini aturan yang udah saya tunggu-tunggu gitu. Karena kan kalau nggak salah di negara lain udah ada yang nerapin ya, kayak Australia tuh," ujar Zaki kepada Kompas.com.

Zaki menilai anak-anak, khususnya yang masih di bawah umur, belum memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang mereka konsumsi di internet.

Menurut dia, maraknya konten fiktif yang dibuat dengan teknologi AI saat ini juga sering kali tidak memiliki nilai edukasi dan justru berpotensi memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak.

Baca juga: Waktu Ideal Anak Main Gadget 1–2 Jam, Terlalu Lama Berisiko Ganggu Kesehatan Mental

"Kayak si tungtung sahur waktu itu segala macam. Masalahnya itu kan fiktif ya buatan AI, jadi itu kayak bikin menghambat perkembangan otak kalau menurut saya. Aneh, enggak jelas enggak ada maknanya gitu, saya sampe capek itu ngelarang anak nontonin itu," ungkap Zaki.

Padahal, ia sebenarnya tidak mempermasalahkan jika anaknya menonton animasi. Namun, menurut dia, tontonan tersebut sebaiknya memiliki nilai edukasi yang jelas.

"Kalau menurut saya malah mendingan dia saya beliin tontonan aja tapi yang bener, sekalian nonton kartun, nonton Boboiboy, Upin Ipin begitu malah enggak papa, daripada nonton brainrot itu," tambahnya.

Di sisi lain, Zaki menilai algoritma media sosial memang dirancang untuk membuat penggunanya terus berlama-lama mengonsumsi konten. Hal ini dinilainya berbahaya bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan mengontrol diri.

"Kita aja yang dewasa kadang malem-malem mau tidur bisa kelewatan sejam dua jam gara-gara scroll, apalagi anak-anak gitu, dia belum bisa ngebatasin diri sendiri, terus kalau kita ambil handphone-nya ngamuk-ngamuk," kata Zaki.

Baca juga: Anak Terlalu Lama Main Gadget Bisa Kehilangan Kemampuan Sosial

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Anak mudah tantrum

Pengalaman serupa juga dialami Nawla (30), seorang ibu dengan anak berusia lima tahun, yang mengaku melihat perubahan perilaku yang cukup drastis pada anaknya ketika penggunaan gadget tidak dibatasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AFC Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
• 37 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Lembaga Federal AS Peringatkan Perusahaan Media di Negaranya : Laporan Tidak Benar Bisa Berujung Pencabutan Lisensi
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
IHSG Rawan Terkoreksi Jelang Idul Fitri, Simak Saham Rekomendasi Analis
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenag Nagan Raya Aceh siapkan delapan masjid ramah pemudik 
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kecelakaan Bus Terperosok Masuk Jurang di Lahat Sumsel
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.