Grid.ID - Selebritas Inara Rusli mengungkapkan perasaannya menjelang Idul Fitri setelah menjalani Ramadan yang menurutnya cukup berat. Ia mengaku kini berusaha lebih tenang dan ikhlas dalam menghadapi berbagai peristiwa dalam hidupnya.
Dalam sebuah wawancara, Inara mengatakan bahwa dirinya mencoba berprasangka baik terhadap semua hal yang terjadi. Ia berharap segala pengalaman yang dilalui bisa menjadi jalan untuk memperbaiki diri.
“Aku sekarang jauh lebih tenang, lebih ikhlas, lebih menerima keadaan. Aku selalu mencoba husnuzon sama segala sesuatu yang terjadi,” ujar Inara Rusli dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtube Hepinews, Senin (16/3/2026).
Ia juga berharap berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya dapat menjadi sebab diampuninya kesalahan dan dosa-dosanya. Selain itu, ia ingin menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, pengalaman sulit justru membuatnya belajar lebih mawas diri. Ia ingin menjalani kehidupan ke depan dengan sikap yang lebih tenang.
Ketika ditanya soal hal yang membuatnya tetap kuat, Inara mengaku banyak melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa pada akhirnya seseorang harus mampu menguatkan dirinya sendiri.
“Aku sadar bahwa ketika kita ada di titik terendah, cuma ada satu orang yang siap men-support kita apa pun keadaannya, itu diri kita sendiri,” katanya.
Menjelang Idul Fitri, Inara mengaku memiliki harapan sederhana. Ia berharap segala dosa dapat diampuni dan doa-doanya dikabulkan.
“Harapannya semoga dengan hati yang lebih lapang menerima keadaan, menjadi sebab terampuninya semua dosa dan terkabulnya doa-doa,” ungkapnya.
Inara juga mengakui bahwa Ramadan tahun ini termasuk salah satu yang cukup berat dalam hidupnya. Namun ia menyebut sebelumnya juga pernah merasakan Ramadan yang penuh ujian.
Ia mengatakan Ramadan berat pertama yang ia alami terjadi saat kehilangan ayahnya. Sementara Ramadan berat kedua terjadi ketika ia pertama kali menjalani puasa sebagai seorang ibu tunggal.
“Tapi sekarang lebih tenang dan lebih ikhlas, karena dapat support juga dari orang-orang di sekitar,” jelasnya.
Dari pengalaman tersebut, Inara merasa bisa melihat dengan lebih jelas siapa saja orang yang benar-benar tulus mendukungnya. Hal itu menjadi pelajaran berharga dalam kehidupannya.
Ia juga mengakui pernah merasa sangat terpuruk, terutama ketika sempat tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya. Hal itu menjadi momen yang paling membuatnya sedih.
Meski begitu, Inara berusaha tetap berpegang pada keyakinannya kepada Tuhan. Ia percaya setiap masalah pasti memiliki hikmah di baliknya.
Bagi Inara, sebagai seorang ibu ia ingin kembali fokus menjalankan perannya dalam membesarkan anak-anaknya. Ia menyebut ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
Ia juga percaya selama seseorang menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, maka akan selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan.
Selain itu, Inara mengaku bersyukur karena tidak terlena dengan kenyamanan hidup. Menurutnya, ujian justru menjadi pengingat agar tetap berada di jalan yang benar.
Menjelang malam-malam terakhir Ramadan, Inara memilih menjalani iktikaf di rumah bersama anak-anaknya. Keputusan itu diambil karena ia masih harus mengurus anak-anaknya, termasuk dua anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Meski dilakukan di rumah, Inara Rusli tetap berusaha memaksimalkan ibadahnya. Ia berharap momen Ramadan kali ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.(*)
Artikel Asli




