Grid.ID - Kasus kronologi dosen bergelar Ph.D diduga lecehkan penumpang wanita di KRL gegerkan publik. Korban juga menyebut terduga pelaku pelecehan seksual, adalah seorang dosen di universitas swasta di Tangerang Selatan, berinisial FHS.
Kronologi Dosen Bergelar Ph.D Diduga Lecehkan Penumpang Wanita di KRL
Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi saat korban wanita menaiki KRL Commuter Line relasi Nambo dari Stasiun Tebet pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 21.01 WIB. Saat itu, korban rupanya berdiri di samping terduga pelaku.
"Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari stasiun Tebet pukul 20.37.
Posisi saya tidak jauh dari pelaku, tepatnya saya sedang ngobrol dengan teman saya di depan saya dan masih ada space di depan samping kiri," tulis korban di media sosial Threads dikutip dari TribunJakarta.com, Senin (16/3/2026).
Setelahnya, saat KRL memasuki stasiun Pancasila, korban mengaku bahwa pelaku sempat menyentuh alat kelaminnya sebanyak dua kali.
"Saya mengalami kejadian itu saat berada di gerbong Universitas Pancasila menuju Universitas Indonesia tepatnya. dan pelaku melancarkan aksinya di pukul 21.00 saat kereta sudah dekat dengan Stasiun Indonesia
Pelaku membawa tas ransel dengan satu tali di tangan sebelah kiri, lalu pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba K3m41u4n saya dan tidak lama kemudian pelaku mengelus k3m41u4n sebanyak 2 kali," imbuh korban.
Merasa terancam dan risih, korban sontak berteriak untuk meminta pertolongan ke petugas keamanan di kereta. Pelaku sendiri akhirnya diamankan petugas keamanan dan diturunan di Stasiun Universitas Indonesia.
Saat di pos keamanan stasiun, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut. Pelaku juga membantah dirinya telah melakukan pelecehan.
"Orang lagi rame," ucap terduga pelaku.
"Pelecehan lo pelecehan," kata korban.
"Mbak Mas sorry, saya juga bisa nuntut loh kalau salah," balas pelaku.
Setelahnya, kejadian tersebut direkam dan viral hingga media sosial. Identitas terduga pelaku bahkan sempat disebutkan berinisial FHS. Yang ternyata adalah dosen di salah satu universitas di Tangerang Selatan. Bahkan bergelar Ph.D yang didapat dari Universitas di Malaysia.
Usai kejadian terkait kronologi dosen bergelar Ph.D diduga lecehkan penumpang wanita di KRL, pihak dari KAI Commuter juga memilih memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta mendampingi proses pelaporan ke Polres Metro Depok untuk penanganan secara hukum.
Wajah terduga pelaku juga akan dimasukkan dalam database CCTV analytic agar dapat terdeteksi oleh sistem pengawasan di stasiun maupun di dalam rangkaian KRL.
“CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas baik di stasiun ataupun di Commuter Line. Kami akan mem-blacklistpelaku agar tidak dapat menggunakan Commuter Line lagi,” jelas Leza selaku Manajer Public Relations KAI Commuter dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Tak berhenti sampai di situ, KAI juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk peduli pada situasi sekitar tatkala menggunakan KRL.
“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan KRL, berani speak up atau dapat melaporkan segala bentuk kekerasan seksual,” imbuh Leza. (*)
Artikel Asli




