Lebanon terseret ke dalam konflik regional pada 2 Maret lalu ketika Hizbullah meluncurkan serangan ke wilayah Israel. Kelompok tersebut menyatakan serangan itu sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.
Sejak saat itu, Israel melancarkan serangan balasan yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 800 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari 800 ribu warga meninggalkan rumah mereka.
Di tengah situasi tersebut, para sukarelawan terus berupaya membantu para pengungsi. Salah satu sukarelawan bernama Hossan mengorganisir berbagai kegiatan dan permainan untuk anak-anak pengungsi guna mengurangi trauma yang mereka alami akibat konflik.
Selain itu, sejumlah tukang cukur sukarelawan juga terlihat memangkas rambut para pengungsi pria di trotoar sekitar lokasi penampungan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan.
Sementara itu, anggota Palang Merah Lebanon juga memberikan perawatan medis kepada anak-anak dan warga yang membutuhkan di pos bantuan medis yang didirikan bagi para pengungsi.





