Jakarta, CNBC Indonesia - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengungkapkan arus lalu lintas pada H-4 Lebaran masih relatif terkendali. Hingga saat ini, volume kendaraan yang keluar baru sekitar 28% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan melintas selama periode arus mudik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono mengatakan distribusi kendaraan pada periode Lebaran tahun ini dimulai lebih awal karena ada kebijakan work from anywhere (WFA). Menurutnya, arus kendaraan belum menumpuk sehingga tidak dibutuhkan contraflow.
"Alhamdulillah karena sekarang ada WFA jadi cukup panjang dari awal distribusi. Distribusi ini masih bagus masih belum ada contraflow masih ada belum one way. Kami yakini ini masih terkontrol," ujar Rivan selepas Pelepasan Mudik Gratis BUMN 2026 di Gelora Bung Karno, Selasa (17/3/2026).
Jasa Marga memprediksikan puncak arus mudik akan terjadi pada besok, 18 Maret 2026. Rivan meyakini akan terjadi kenaikan volume kendaraan pemudik pada esok hari.
Oleh karena itu, perusahaan pengelola jalan tol pelat merah itu menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Termasuk di antaranya skema one way secara bertahap pada ruas tertentu sesuai dengan kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan.
"Rekayasa lalu lintas termasuk one way akan dipersiapkan kalau dibutuhkan. One way pun adalah one way sepenggal," tutur Rivan.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google




