Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pembangunan jalur pipa sumur produksi panas bumi di area Kamojang, Kabupaten Bandung, akhirnya rampung sekitar 2 bulan lebih cepat dari target awal. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mendukung operasional lapangan panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).
Pembangunan jalur pemipaan tersebut dikerjakan oleh PT Tracon Industri dengan lingkup pekerjaan mulai dari perancangan teknik rinci, pengadaan material, konstruksi, hingga proses commissioning serta sertifikasi kelayakan penggunaan peralatan.
Direktur Operasi dan Usaha PT Tracon Industri, Wartono mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan energi panas bumi yang berperan dalam bauran energi nasional.
"Keberhasilan ini juga menjadi bukti sinergi yang kuat antarpihak untuk bersama-sama mendorong percepatan target Net Zero Emission Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (16/3/2026).
Secara teknis, proyek mencakup pembangunan pipa dari sumur KMJ-19/5 menuju Mainline PL-405 serta dari sumur KMJ-30/3 ke Mainline PL-403.
Jalur pemipaan tersebut dirancang menggunakan metode pipe stress analysis agar mampu menyalurkan uap dengan kapasitas maximum continuous rate hingga 150 ton per jam.
General Manager Area Kamojang PGE, I Made Budi Kesuma Adi Putra mengatakan bahwa percepatan penyelesaian proyek tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap operasional lapangan panas bumi Kamojang.
"Secara ekonomi, percepatan penyelesaian proyek tentunya memberikan dampak positif langsung terhadap operasional PGE Area Kamojang dan menekan potensi LPO [Loss Production Opportunity],” jelasnya.
Energi panas bumi dinilai menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang penting bagi sistem kelistrikan nasional karena mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam dengan emisi yang relatif rendah.
Dalam hal ini, infrastruktur pemipaan menjadi komponen penting untuk memastikan uap dari sumur produksi dapat tersalurkan secara optimal menuju pembangkit listrik.





