Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan belum akan melakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan, meski suhu panas tengah melanda Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
“Jakarta masih belum memerlukan dibuat hujan buatan,” ujar Pramono usai pelepasan Mudik Gratis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas memang terjadi. Namun, ada potensi hujan dengan intensitas menengah saat Idul Fitri.
“Yang pertama untuk menghadapi Idul Fitri memang data BMKG menunjukkan sebelumnya itu cuacanya panas. Tetapi pada saat Idul Fitri ada kemungkinan curah hujan menengah,” jelas Pram.
Sebelumnya, Pramono telah angkat bicara soal kondisi cuaca panas yang belakangan dirasakan warga Jakarta.
Ia mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu panas diperkirakan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Jadi untuk, memang diperkirakan BMKG pada satu, dua, tiga hari ini cuacanya cukup panas, termasuk hari ini,” kata Pramono usai menghadiri upacara Melasti di Pura Segara, Jakarta Utara, Minggu (15/3).
Meski demikian, ia menyebut kondisi tersebut masih disertai kemungkinan hujan ringan di beberapa wilayah.
Pramono juga menyebut prediksi cuaca menunjukkan kemungkinan adanya hujan saat mendekati perayaan Nyepi maupun Idul Fitri.
Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab menyebut kondisi tersebut dipicu oleh minimnya tutupan awan hingga fenomena atmosfer global yang sedang berlangsung. Ia mengatakan suhu udara yang terasa terik dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan kondisi langit yang relatif cerah.
“Hasil pengamatan BMKG dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa suhu maksimum mencapai kisaran 34-36 celcius,” jelas Fachri saat dihubungi kumparan, Minggu (15/3).
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena tutupan awan sangat sedikit sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi sejak pagi hingga siang hari.





