Grid.ID - Penyanyi sekaligus pedangdut Denada mengungkap cerita masa lalu terkait keputusan menyerahkan putranya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh keluarga di Banyuwangi, Jawa Timur. Keputusan tersebut diambil setelah mendapat saran dari ibunya, Emilia Contessa.
Belakangan ini nama Ressa menjadi sorotan publik setelah mengaku sebagai anak kandung Denada. Pemuda tersebut bahkan melayangkan gugatan perdata senilai Rp7 miliar terhadap ibunya di Pengadilan Negeri Banyuwangi karena merasa tidak pernah diakui selama 24 tahun.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Feni Rose, Denada menceritakan bahwa pada awalnya ia berniat mengasuh Ressa seorang diri setelah melahirkan. Saat itu ia merasa sanggup menjalani semuanya tanpa bantuan orang lain.
“Terus aku jawab, ya udah pokoknya sama aku,” kata Denada mengenang percakapannya dengan sang ibu yang dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtube Feni Rose Official, Senin (16/3/2026).
Namun, Emilia Contessa terus mengajaknya memikirkan berbagai kemungkinan di masa depan, termasuk ketika Denada harus kembali bekerja. Ia menanyakan bagaimana Denada akan mengurus anaknya jika harus menjalani karier di dunia hiburan.
Emilia juga mengingatkan putrinya untuk mempersiapkan berbagai hal yang mungkin dihadapi Ressa saat tumbuh besar. Salah satunya adalah pertanyaan dari lingkungan sekolah maupun orang-orang di sekitarnya.
Awalnya Denada mengaku menghindari pembicaraan tersebut karena belum memiliki jawaban pasti. Ia hanya berusaha meyakinkan ibunya bahwa semuanya akan dipikirkan nanti.
Seiring waktu, Emilia kembali mengajukan sebuah saran yang kemudian mengubah rencana Denada. Ia mengusulkan agar Ressa diasuh oleh adiknya, Dino Rossano Hansa, bersama sang istri Ratih Puspita Dewi.
Saat itu pasangan tersebut diketahui sangat menginginkan anak laki-laki. Selain itu, keluarga besar Denada juga banyak yang tinggal di Banyuwangi sehingga Ressa dinilai akan tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Denada mulai melihat usulan tersebut sebagai pilihan yang baik. Ia membayangkan putranya bisa tumbuh dalam keluarga lengkap dengan figur ayah dan ibu.
“Bayangan aku pada saat itu, Ressa akan berada bersama Om Dino dan Tante Ratih di Banyuwangi, di mana sebagian besar keluarga mama juga tinggal di sana,” ungkapnya.
Denada juga merasa keputusan tersebut memungkinkan putranya mendapatkan perhatian dari banyak anggota keluarga. Dengan begitu, Ressa tetap dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang meski dirinya tidak selalu berada di dekat sang anak.
Ia mengakui keputusan tersebut sebenarnya jauh dari rencana awalnya. Sebab sebelumnya Denada berniat membesarkan anaknya sendiri setelah melahirkan.
“Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia, berdua sama dia,” kata Denada.
Namun setelah mempertimbangkan saran ibunya, ia menilai rencana tersebut bisa menjadi solusi yang lebih baik bagi masa depan sang anak. Ia pun akhirnya menyetujui agar Ressa diasuh oleh paman dan bibinya di Banyuwangi.
Di sisi lain, hubungan antara Denada dan Ratih Puspita Dewi belakangan dikabarkan kurang harmonis. Ratih yang selama ini merawat Ressa mengaku merasa kecewa karena tidak pernah mendapat ucapan terima kasih dari Denada.
Menurut Ratih, selama ini ia yang mengasuh Ressa sejak kecil hingga dewasa. Namun ia merasa tidak pernah mendapatkan apresiasi dari Denada atas pengasuhan tersebut.
“Ya kecewa dong, saya yang ngasuhnya dari kecil,” ujar Ratih Puspita Dewi.
Ia juga mengaku jarang berkomunikasi dengan Denada bahkan saat momen hari raya. Ratih hanya berharap mendapat pengakuan dan ucapan terima kasih atas perannya dalam membesarkan Ressa.
Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik setelah gugatan yang diajukan Ressa terhadap Denada mencuat. Proses hukum tersebut masih berjalan dan menjadi perhatian banyak pihak.(*)
Artikel Asli




