Heboh Akses BBM Sulit di Sejumlah Wilayah, Ini Langkah Pertamina

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia meskipun muncul keluhan masyarakat terkait dengan kesulitan akses di sejumlah daerah. Perusahaan pelat merah itu disebut telah menambah stok lebih awal, terutama untuk wilayah yang memiliki akses distribusi terbatas.

Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengantisipasi potensi lonjakan permintaan dengan membangun stok di daerah terpencil serta wilayah dengan jalur distribusi yang menantang.

“Untuk daerah-daerah yang terpencil, yang aksesnya susah, itu sebetulnya sudah kita lakukan build-up stok,” kata Ega saat ditemui di sela-sela kunjungan ke SPBU Rest Area KM 57A Cikampek, Senin (16/3/2026).

Dia menambahkan, distribusi BBM terus dilakukan melalui pengiriman mobil tangki untuk memastikan pasokan tetap lancar di beberapa wilayah yang sempat menjadi sorotan.

“Beberapa lokasi yang menjadi isu itu tadi malam saya cek mobil tangki kita terus melakukan pasokan seperti di Kalbar [Kalimantan Barat], mungkin di Sulawesi, beberapa di Jawa Timur,” tuturnya.

Menurut Ega, dari sisi ketersediaan di terminal BBM, Pertamina Patra Niaga tidak menghadapi kendala berarti. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi mengganggu distribusi. “Kami pastikan kepada masyarakat agar tidak panic buying karena pasokan sudah kami siapkan jauh-jauh hari,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya kabar terkait dengan antrean panjang di SPBU di Kalimantan Barat juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun X oleh akun @NenkMonica. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Baca Juga : Prabowo Kaji WFH demi Hemat BBM, Ekonom Nilai Rasional

Unggahan itu menyebut ratusan warga rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Situasi tersebut memicu keluhan masyarakat terkait dengan distribusi BBM di wilayah tersebut. “Namun setelah lama mengantre, sebagian pengendara justru mendapat kabar bahwa stok BBM di SPBU sempat habis,” tulisnya.

Selain itu, dalam unggahan yang sama juga disebutkan adanya laporan kenaikan harga BBM eceran di beberapa lokasi. Harga Pertalite eceran disebut mencapai sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga normal yang berlaku di SPBU.

Tak hanya itu, akun X milik @FuzaFirdaus juga membagikan kondisi serupa di wilayah yang sama. SPBU tersebut merupakan fasilitas distribusi BBM terluar di wilayah Kabupaten Sambas, berjarak hanya 2.5 km dari perbatasan Bahagian Kuching, Sarawak, Malaysia. “Hari ini, antrean panjang ikut terjadi di SPBU Pertamina Aruk, Kecamatan Sajingan Besar,” tuturnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Vale Sukses Jual 2,3 Juta Ton Saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa Selama 2025
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Komentar Jordi Amat soal Jersey Baru Timnas Indonesia dari Kelme
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamenhut Tegaskan Transformasi Tata Kelola Hutan Hadapi Perubahan Iklim
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Inara Rusli Akui Video CCTV dengan Insanul Fahmi, Tapi Bantah Ada Perzinaan dan Durasi 2 Jam
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.997 per Dolar AS, Tertekan Penguatan Dolar dan Ketegangan Geopolitik
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.