Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir rob yang dapat menggenangi wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 hingga 27 Maret 2026 bertepatan dengan libur Lebaran.
Potensi Pasang Maksimum Air LautKepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi menyatakan banjir rob dipicu fenomena pasang maksimum air laut akibat fase bulan baru.
"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujarnya.
Ia menjelaskan genangan air laut berpotensi terjadi di wilayah pesisir dengan elevasi rendah sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Wilayah Terdampak dan Imbauan BMKGBMKG memprakirakan sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok berpotensi terdampak banjir rob.
Selain itu, wilayah pesisir Pulau Sumbawa seperti Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota juga berpeluang mengalami genangan air laut.
"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," kata Satria.
Ia menambahkan peringatan ini penting mengingat NTB merupakan provinsi kepulauan dengan banyak aktivitas masyarakat bergantung pada kawasan pesisir, terutama saat arus mudik dan libur Lebaran.
"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," katanya.




