Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mendirikan 217 Pos Kesehatan di sejumlah lokasi strategis jalur pemudik untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat selama Lebaran 2026.
Dokter Erwin Astha Triyono Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim mengatakan, kesiapsiagaan ini dilakukan guna menjamin masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas selama periode mudik Lebaran.
217 pos kesehatan tersebut berada di lokasi-lokasi dengan mobilitas tinggi, seperti terminal, stasiun, pelabuhan, rest area, tempat ibadah, serta kawasan wisata.
“Pos kesehatan ini kami siapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara cepat kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Erwin, Selasa (17/3/2026).
Selain pos kesehatan, Erwin memastikan sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur tetap mengoperasikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, Dinkes Jatim menyiagakan tenaga kesehatan melalui sistem piket yang terdiri dari 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional dan 2.852 pengemudi ambulans.
“Sehingga apabila pemudik mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan dapat segera memperoleh penanganan,” jelas Erwin.
Koordinasi lintas sektor antara BPJS Kesehatan hingga Dinas Perhubungan juga terus diintensifkan oleh Dinkes Jatim dalam menyambut gelombang arus mudik.
“Kami memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPJS Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta aparat keamanan, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama arus mudik dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Layanan kegawatdaruratan juga diperkuat melalui Public Safety Center (PSC) 119 yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Erwin menyebut, melalui layanan ini masyarakat dapat segera memperoleh pertolongan medis apabila terjadi kondisi darurat selama perjalanan.
Dia juga mengimbau para petugas kesehatan yang bertugas di pos-pos kesehatan agar selalu sigap dan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.
“Petugas kesehatan diharapkan selalu sigap dan ramah dalam melayani masyarakat. Koordinasi antarinstansi harus terus dijaga, sehingga setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ucapnya.(wld/iss/faz)




