Analisis: Lima Peristiwa Besar Mengguncang Xi Jinping, Kekuasaan Zhongnanhai Dinyatakan Menghadapi Krisis Akhir

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Berbagai tanda menunjukkan bahwa rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang menghadapi krisis yang mendalam. Memasuki tahun 2026, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Zhang Youxia dilaporkan “dijatuhkan”, mengejutkan publik. Pada saat yang sama, pemimpin PKT Xi Jinping juga kehilangan dua sekutu penting dalam waktu singkat: Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang mana disebut memberikan pukulan besar bagi Xi.

Dua Jenderal Tinggi Militer Jatuh, Mengguncang Politik Tiongkok

Pada Januari lalu, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Liu Zhenli dilaporkan jatuh dari kekuasaan secara bersamaan, mengejutkan opini publik.

Peristiwa ini juga menyoroti bahwa pertarungan internal di kalangan elit PKT semakin tajam.

Selama liburan Tahun Baru Imlek, beredar cerita di kalangan pejabat bahwa seorang mantan pejabat senior yang memberi ucapan selamat tahun baru kepada “mantan pimpinan” bertanya:

“Apakah terjadi sesuatu yang besar di Beijing?”

Namun ia justru dijawab dengan nada sinis:
“Apakah kalian setiap hari berharap sesuatu terjadi pada ‘bos besar’ (merujuk pada Xi Jinping)?”

Komentator politik Xin Gaodi menulis di platform X bahwa percakapan ini mencerminkan ketegangan mendalam dalam politik Tiongkok pada tahun 2026.

Setelah jatuhnya Zhang Youxia dan Liu Zhenli, terjadi kekosongan yang jarang terjadi di tingkat pimpinan militer tertinggi. Dari pejabat aktif hingga kalangan pensiunan pejabat senior, muncul kecemasan bahwa di permukaan tampak tenang, tetapi di bawahnya arus konflik sangat kuat.

Xi Kehilangan Dua Sekutu Penting

Pada Januari, Amerika Serikat menangkap hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Pada Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dan melakukan “serangan pemenggalan kepemimpinan” yang menewaskan lebih dari 40 pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Khamenei.

Dalam beberapa bulan saja, Xi Jinping kehilangan dua sekutu penting, yang dianggap sebagai pukulan besar bagi Beijing.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa setelah rezim Iran runtuh, rezim Kuba kemungkinan akan segera menyusul.

Pada 9 Maret, Trump mengatakan bahwa Kuba sedang menghadapi krisis kemanusiaan serius dan mungkin akan mengalami “pengambilalihan secara bersahabat”.

Karena perubahan kekuasaan di Venezuela, negara yang selama ini menjadi pendukung utama Kuba, bantuan kepada Kuba telah diputus, sehingga pemerintah Kuba kini menghadapi krisis sumber daya yang sangat parah.

Lima Peristiwa Besar Mengguncang Rezim PKT

Seorang komentator politik menulis di The Epoch Times pada 15 Maret bahwa saat ekonomi Tiongkok melemah, masyarakat tidak stabil, dan ketidakpuasan publik meningkat, tekanan dari perubahan situasi internasional datang seperti gelombang tsunami yang menghantam para pemimpin di Zhongnanhai.

Menurut analisis tersebut, setidaknya ada lima peristiwa besar yang mengguncang rezim PKT:

  1. Kuba mulai bergerak mendekati Amerika Serikat
  2. Elit kepemimpinan Iran mengalami kehancuran besar
  3. Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap hidup-hidup
  4. Rahasia senjata nuklir PKT terungkap
  5. CIA merekrut informan dari dalam PKT
Laporan Mengungkap Rahasia Nuklir Tiongkok

Pada 9 Maret, U.S. Air Force University melalui lembaga penelitiannya tentang kedirgantaraan PKT merilis laporan mengenai manajemen hulu ledak nuklir Pasukan Roket PKT.

Laporan tersebut mengungkap proses pengiriman hulu ledak nuklir dari basis pusat di Pegunungan Qinling ke berbagai lokasi, termasuk nomor unit militer yang terlibat serta prosedur respons dalam keadaan darurat.

Komentator Zhou Xiaohui mengatakan bahwa waktu publikasi laporan ini sangat sensitif—bertepatan dengan serangan terhadap Iran dan menjelang kemungkinan kunjungan Trump ke Tiongkok.

Menurutnya, langkah itu bisa menjadi peringatan strategis dari Amerika Serikat kepada Beijing, bahwa Washington memiliki informasi jauh lebih banyak tentang kemampuan nuklir PKT daripada yang dibayangkan Beijing, dan mampu menyerang fasilitas nuklir tersebut jika diperlukan.

Hal ini diyakini menimbulkan ketakutan besar di kalangan pimpinan tertinggi Zhongnanhai, yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pembersihan internal di militer.

Daftar Kritik terhadap Xi Jinping

Baru-baru ini, komentator Xin Gaodi juga menulis artikel berjudul “Seberapa Besar Bahaya Xi Jinping?”

Dalam artikel tersebut ia membagikan daftar 30 poin yang menggambarkan kondisi Tiongkok “selama Xi masih berkuasa.”

Sejak Xi Jinping mengambil alih kekuasaan pada 2012, masa pemerintahannya telah berlangsung lebih dari 13 tahun.

Daftar tersebut menggambarkan situasi yang sangat pesimistis:

Artikel itu menyebut bahwa daftar tersebut telah beredar di internet selama bertahun-tahun, dan pada Februari 2026, banyak dari prediksi dalam daftar tersebut tidak lagi sekedar asumsi, tetapi sudah menjadi kenyataan atau sedang terjadi dengan semakin cepat.

Penulis artikel  menyimpulkan bahwa:  “Bahaya yang ditimbulkan Xi Jinping telah meningkat dari sekadar risiko potensial menjadi ancaman sistemik terhadap kelangsungan hidup.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis Ekologi di Pesisir Indonesia: Ketika Pembangunan Mengabaikan Daya Dukung
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Real Madrid Boyong Kylian Mbappe dan Jude Bellingham ke Manchester
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pelatih Borussia Monchengladbach Sebut Kevin Diks Jadi Salah Satu Jantung Tim di Bundesliga
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Ungkap Akal-akalan Fuad Hasan Maktour Perbesar Kuota Haji Khusus
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
THR PPPK Paruh Waktu di Daerah Ini Cair Satu Kali Gapok, Jutaan Lho
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.