Pantau - Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) menilai penolakan batas kadar nikotin dan tar dalam rokok oleh industri dapat berdampak pada meningkatnya beban demografi akibat tingginya biaya kesehatan dan menurunnya produktivitas generasi muda.
Risiko bagi Generasi Muda dan Kesehatan PublikKetua Umum IYCTC Manik Marganamahendra menyatakan hampir 6 juta anak di bawah usia 18 tahun di Indonesia merupakan perokok aktif sehingga kebijakan pengendalian menjadi krusial.
"Saya mengapresiasi Menko PMK serta para pakar kebijakan batasan nikotin dan tar, ini artinya ada keinginan tujuan ekonomi jangka panjang, bukan keuntungan sebagian kecil orang yang mengorbankan sumber daya manusia generasi Emas,” ujarnya.
Ia menegaskan penolakan industri terhadap aturan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dinilai bertentangan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kesehatan publik adalah hak yang absolut, tidak dapat dinegosiasikan demi untuk mengejar target profit perusahaan," kata Manik.
Pentingnya Pembatasan Nikotin dan TarKetua Komnas Pengendalian Tembakau Hasbullah Thabrany menjelaskan nikotin bersifat adiktif sementara tar mengandung senyawa karsinogenik yang memicu berbagai penyakit serius.
Ia menilai pembatasan kadar nikotin dan tar penting untuk menekan paparan zat berbahaya terutama pada anak muda.
“Jika melihat produk kretek yang beredar di pasaran, banyak yang sudah memiliki kadar nikotin di bawah 1 mg per batang. Artinya, rekomendasi ini bukan sesuatu yang mustahil diterapkan,” ujar Mouhamad Bigwanto dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia.
Ia menambahkan kebijakan tersebut bukan hal baru karena pernah diatur sebelumnya serta dapat diterapkan secara bertahap dalam lima tahun.
"Bagaimanapun, sesuai rekomendasi WHO, tidak ada batas aman kadar nikotin dan tar sehingga aturan ini lebih pada upaya menurunkan risiko, terlebih dengan besarnya korban meninggal akibat penyakit dengan faktor risiko merokok di Indonesia yang kini mencapai 283.000 orang per tahun," kata Bigwanto.



