Denpasar, tvOnenews.com – Kapolda Bali Daniel Adityajaya bersama Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto dan Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya melakukan pemantauan arus mudik lebaran dari udara, Selasa (17/3).
Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Dari hasil pantauan udara, antrean kendaraan terlihat masih mengular panjang di jalur menuju pelabuhan. Kepadatan didominasi kendaraan logistik, bus antar kota, serta mobil pribadi pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Peninjauan udara tersebut dilakukan untuk melihat secara menyeluruh kondisi arus lalu lintas serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
Dari hasil pemantauan udara, terlihat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih mengular cukup panjang, bahkan mencapai puluhan kilometer. Deretan kendaraan, mulai dari truk logistik, bus penumpang hingga kendaraan pribadi, tampak sabar menunggu giliran untuk memasuki kawasan pelabuhan.
Situasi ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang hendak menuju Pulau Jawa, terutama dalam momentum arus mudik.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, menjelaskan bahwa peninjauan yang dilakukan Kapolda Bali bersama jajaran TNI dan Basarnas merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut.
“Bapak Kapolda Bali bersama Pangdam IX/Udayana dan Kepala Basarnas Bali melakukan pengecekan langsung melalui pemantauan udara untuk melihat kondisi riil antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dari hasil pemantauan, memang terlihat antrean kendaraan masih cukup panjang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait akan segera melakukan koordinasi guna mencari langkah-langkah strategis dalam mengurai kepadatan kendaraan tersebut.
“Kapolda Bali bersama pejabat terkait akan melaksanakan koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi terbaik, sehingga pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman dalam perjalanan,” tambahnya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026, yang difokuskan pada pengamanan jalur mudik dan titik-titik rawan kemacetan.
Petugas di lapangan saat ini terus melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus dan pengaturan waktu keberangkatan kendaraan menuju pelabuhan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas serta mempersiapkan perjalanan dengan baik.




