Arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali masih terpantau padat hingga Selasa (17/3), sekitar pukul 14.00 WITA.
Pantauan kumparan, panjang antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 20 kilometer atau dari Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Wajah pemudik tampak lelah dan lemas, baik yang terjebak kemacetan dalam perjalanan atau antrean masuk kendaraan menuju kapal di Pelabuhan Gilimanuk.
Salah satu pemudik bernama Agus (laki-laki, 35 tahun) mengatakan, biasanya menempuh maksimal 8 sampai 10 jam dari Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk menggunakan mobil setiap kali mudik Lebaran.
Namun, kali ini sudah terjebak macet di Kecamatan Melaya hampir 13 jam. Masih ada sekitar 16 kilometer lagi agar sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Dia tak bisa memperkirakan berapa lama bisa tiba di Pelabuhan Gilimanuk, menyeberang dan tiba di kampung halaman di Banyuwangi, Jawa Timur.
"Dari Denpasar pukul 21.00 WITA, sampai di sini pukul 23.00 WITA sampai pukul 12.00 WITA siang kendaraan bergerak lambat. Hampir setiap tahun saya mudik tapi tahun ini yang paling parah," kata Agus.
Agus menduga kemacetan terjadi karena antrean masuk kendaraan ke kapal. Menurutnya antrean itu terjadi karena tak seimbangnya kapasitas atau jumlah kapal dan jumlah kendaraan.
"Macet mungkin kapalnya kurang atau bagaimana, mungkin dermaga ASDP-nya ditambah saja mengurangi antrean," katanya.
Agus dan dua orang anak beserta istri terpaksa menginap di jalan. Agus dan istri mengisi perut kosong dengan camilan saat sahur, namun kedua anaknya terpaksa mengonsumsi mi instan.
"Makan mi instan. Makan seadanya saja, untuk anak-anak. Kalau orang tua sih mungkin masih bisa tahan," katanya.
Sementara itu, pemudik lainnya bernama Yanto (laki-laki, 50 tahun) juga mengeluhkan antrean kepadatan kendaraan roda empat masuk Pelabuhan Gilimanuk. Yanto berangkat dari Denpasar pada Senin (16/3), sekitar pukul 14.00 WITA.
Yanto baru berhasil masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, pada Selasa (17/3) sekitar pukul 14.00 WITA alias 24 jam kemudian. Yanto berencana mudik ke Lamongan, Jawa Timur. Dia memperkirakan antre sekitar 1 jam lagi agar bisa masuk ke kapal.
"Kami Nginap di jalan, orang gimana gak bisa ke mana-mana. Kesannya mudik kali ini jos. Istilah enggak pernah begini," katanya.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk, realisasi total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-5 atau pada 16 Maret 2026 mencapai 76.495 orang.
Jumlah penumpang naik 2,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 74.321 orang.
Realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 14.398 unit atau turun 6,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 15.396 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.350 unit atau turun 4 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.615 unit.
Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai dari H-10 sampai H-5 tercatat 309.135 orang atau naik 0,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 306.839 orang.
Total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 97.787 unit atau naik 2,8 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 95.080 unit.





