Pantau - Indonesia dinilai memiliki legitimasi moral dan diplomatik untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai di tingkat global.
Director of Security and Defense Indonesia South-South Foundation (ISSF) Fathira Salsabila mengatakan Indonesia memiliki relevansi kuat dalam diplomasi perdamaian internasional.
"Termasuk melalui pendekatan two-state solution yang juga kerap disampaikan dalam berbagai forum internasional," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/3).
Ia menegaskan posisi Indonesia dinilai strategis dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di tengah dinamika geopolitik global.
Board of Advisor ISSF Khairy Fuady menyebut pembentukan Board of Peace merupakan upaya memperkuat tata kelola perdamaian dunia.
"Kehadiran Board of Peace perlu dilihat sebagai bagian dari upaya kolektif masyarakat internasional dalam mencari pendekatan baru guna menjaga stabilitas dan perdamaian dunia," ujarnya.
Direktur Eksekutif ISSF Akbar Azmi Hardjasasmita menekankan pentingnya kejelasan mekanisme dan kewenangan lembaga tersebut.
“Ke depan, efektivitas Board of Peace akan sangat ditentukan oleh kejelasan struktur kelembagaan serta dukungan negara-negara anggota,” katanya.
Ia menambahkan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace menjadi bagian dari upaya memastikan proses rekonstruksi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara.
Board of Peace telah memperoleh pengakuan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB, sehingga diharapkan mampu memperkuat upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global di tengah tantangan geopolitik.




