Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengimbau anak yang terkena campak sebaiknya diisolasi dan tidak ikut berkumpul bersama keluarga selama Lebaran 2026.
"Kalau mereka nanti campak harus dilakukan isolasi, jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Kalau perlu pakai masker, sehingga tidak menulari anggota keluarga yang lainnya," kata Wamenkes Dante saat meninjau posko mudik kesehatan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.
Wamenkes Dante menjelaskan gejala campak bisa dideteksi secara dini karena kasat mata, misalnya muncul bintik-bintik di belakang leher.
Baca juga: Cegah penularan masif, Menkes kebut imunisasi campak sebelum Lebaran
"Kalau ada demam atau bintik-bintik, terutama bintik-bintik di belakang dan berkeringat di leher belakang atau ada merah-merah, nah itu pertanda campak," ujar Wamenkes Dante.
Wamenkes juga menjelaskan selama masa mudik Lebaran 2026 posko layanan kesehatan yang tersedia di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, hingga di rest area dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk perjalanan yang lebih aman dan sehat.
"Diharapkan dengan melakukan kegiatan preventif seperti ini, semoga semua yang melakukan perjalanan selama mudik bisa berjalan dengan lancar," tutur Wamenkes Dante.
Baca juga: Kemenkes siap buka layanan vaksin campak di posko mudik
Wamenkes juga menemukan kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi paling banyak dialami pemudik berdasarkan hasil CKG di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
"Tadi saya lihat di posko kesehatan, terutama kasus yang paling tinggi itu hipertensi, kemudian ada juga yang diabetes, dan ada yang menderita influenza," kata Wamenkes Dante.
Wamenkes mengemukakan mereka yang menderita penyakit tersebut dilakukan CKG dan langsung diobati, serta mendapatkan obat yang berasal dari posko kesehatan di Stasiun Gambir.
"Mudah-mudahan kita berharap semuanya aman dan sampai ke tujuan masing-masing, sambil melakukan pemeriksaan kesehatan dan dilakukan secara gratis. Jadi, kita kombinasikan antara pemeriksaan kesehatan saat mudik dan CKG," ujar Wamenkes Dante.
Baca juga: Lewat CKG, Wamenkes temukan banyak pemudik alami hipertensi di Gambir
Baca juga: Wamenkes: 121 petugas Stasiun Gambir layak kesehatan layani pemudik
"Kalau mereka nanti campak harus dilakukan isolasi, jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Kalau perlu pakai masker, sehingga tidak menulari anggota keluarga yang lainnya," kata Wamenkes Dante saat meninjau posko mudik kesehatan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.
Wamenkes Dante menjelaskan gejala campak bisa dideteksi secara dini karena kasat mata, misalnya muncul bintik-bintik di belakang leher.
Baca juga: Cegah penularan masif, Menkes kebut imunisasi campak sebelum Lebaran
"Kalau ada demam atau bintik-bintik, terutama bintik-bintik di belakang dan berkeringat di leher belakang atau ada merah-merah, nah itu pertanda campak," ujar Wamenkes Dante.
Wamenkes juga menjelaskan selama masa mudik Lebaran 2026 posko layanan kesehatan yang tersedia di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, hingga di rest area dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk perjalanan yang lebih aman dan sehat.
"Diharapkan dengan melakukan kegiatan preventif seperti ini, semoga semua yang melakukan perjalanan selama mudik bisa berjalan dengan lancar," tutur Wamenkes Dante.
Baca juga: Kemenkes siap buka layanan vaksin campak di posko mudik
Wamenkes juga menemukan kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi paling banyak dialami pemudik berdasarkan hasil CKG di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
"Tadi saya lihat di posko kesehatan, terutama kasus yang paling tinggi itu hipertensi, kemudian ada juga yang diabetes, dan ada yang menderita influenza," kata Wamenkes Dante.
Wamenkes mengemukakan mereka yang menderita penyakit tersebut dilakukan CKG dan langsung diobati, serta mendapatkan obat yang berasal dari posko kesehatan di Stasiun Gambir.
"Mudah-mudahan kita berharap semuanya aman dan sampai ke tujuan masing-masing, sambil melakukan pemeriksaan kesehatan dan dilakukan secara gratis. Jadi, kita kombinasikan antara pemeriksaan kesehatan saat mudik dan CKG," ujar Wamenkes Dante.
Baca juga: Lewat CKG, Wamenkes temukan banyak pemudik alami hipertensi di Gambir
Baca juga: Wamenkes: 121 petugas Stasiun Gambir layak kesehatan layani pemudik




