Ngaku Cucu Menteri, Yayasan Potong Anggaran SPPG Jadi Rp 6.500, BGN Marah Tutup Dapur

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara dua yayasan yang mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo, Jawa Timur, dan mengaku sebagai cucu dari menteri untuk menekan kepala SPPG, pengawas gizi, hingga pengawas keuangan.

Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto, Rizal Zulfikar Fikri, bersama Kepala SPPG Ponorogo Jambon Krebet, Moch. Syafi'i Misbachul Mufid, menghampiri Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang pada kunjungannya ke Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan karena mengaku ditekan dan diintimidasi pengelola SPPG di bawah Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.

Baca Juga
  • Korlantas Polri Terapkan One Way Sepenggal di Tol Trans Jawa
  • Setelah Gus Yaqut, KPK Tahan Gus Alex di Perkara Kuota Haji
  • Anomali Lelang KPK, Ponsel OPPO Rp 73 Ribu Laris RP 59 Juta, Siapa Pembelinya?

"Dua Kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan, ternyata selama berbulan-bulan mereka bersama pengawas gizi dan pengawas keuangan selalu ditekan dan diintimidasi sebuah yayasan yang mengaku dimiliki seorang cucu menteri," kata Nanik S Deyang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dari anggaran Rp10 ribu per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp6.500 per porsi. Akibatnya, kedua kepala SPPG itu kerap harus nombok atau menutup kekurangan belanja dari kantong pribadi agar menu terlihat pantas.

"Mau enggak mau, kami nombok, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat," kata Mufid.

Perbuatan pemilik yayasan yang menaungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, kata Nanik, sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transportasi Kaltim Januari 2026 Lesu, Penumpang Turun Drastis
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Bullion Bank dan Strategi Hilirisasi Sektor Pertambangan
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Emiten RS Mitra Keluarga (MIKA) Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pantas Kang Dedi Mulyadi Rela Mobil Dinas Jadi Ambulans untuk Warga, Segini Harta Kekayaannya
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Daftar Harga BBM Terbaru 17 Maret 2026, Mana Paling Murah?
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.