Jakarta, VIVA – Aktivitas masyarakat di platform digital cenderung meningkat selama bulan Ramadhan. Tingginya aktivitas ini juga terlihat di TikTok, di mana hampir 13 juta video singkat berhasil diunggah oleh kreator hingga penjual pada minggu pertama Ramadhan 2026.
Tingginya interaksi masyarakat selama Ramadhan di TikTok juga membuka peluang bagi brand lokal termasuk UMKM, untuk berbagi kisah perjalanan bisnis sekaligus memasarkan produk unggulan mereka. Sejumlah pelaku usaha lokal bermodal terbatas, juga memanfaatkan berbagai solusi pemasaran yang tersedia di TikTok seperti beriklan lewat TikTok For B untuk memperluas jangkauan mereka.
Sajodo Snack & Food dari Tasikmalaya (Jawa Barat) dan UNERD Footwear dari Pasuruan (Jawa Timur), adalah dua UMKM lokal yang berhasil memanfaatkan TikTok untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya di TikTok Shop by Tokopedia pada Ramadhan tahun ini.
UNERD Footwear merupakan brand alas kaki lokal asal Pasuruan, Jawa Timur, yang didirikan oleh Yoseph Putera Soesanto saat pandemi. Brand ini menghadirkan berbagai pilihan alas kaki dengan desain stylish dan harga terjangkau, mulai dari sepatu performa lari (running), sepatu kasual atau sneakers, hingga sandal recovery.
- Pixabay
Khusus pada momentum Ramadhan, UNERD menyesuaikan strategi kontennya dengan menampilkan produk yang relevan untuk berbagai momen Lebaran, seperti ragam model sepatu yang nyaman digunakan saat berkumpul atau bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.
Didukung konten organik dan iklan lewat TikTok Ads untuk menjangkau pembeli baru, pada Ramadhan tahun ini UNERD mencatat jumlah pesanan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan penjualan yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, sejak menggunakan solusi pemasaran dari TikTok Ads, UNERD melihat adanya pelanggan baru yang berasal dari Riau, Sumatra Selatan, hingga Lampung.
“Lewat fitur TikTok Ads, kami tidak hanya bisa menjangkau audiens baru yang sebelumnya belum mengenal brand, tapi mengonversi mereka menjadi pembeli yang siap bertransaksi. Dampaknya sangat terasa bagi pertumbuhan bisnis kami—bahkan sekitar 80 persen dari pembeli kami merupakan pelanggan baru,” kata Yoseph dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.





