JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang dipadati calon penumpang menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Selasa (17/3/2026).
Deretan koper, tas ransel, hingga kardus berisi oleh-oleh tampak menemani para pemudik yang menunggu keberangkatan bus menuju kampung halaman.
Di antara keramaian itu, Muhammad Syihabuddin (42), warga Pademangan, Jakarta Utara, tampak bersiap melakukan perjalanan panjang menuju Bojonegoro, Jawa Timur.
Baca juga: Demi Mudik ke Pontianak, Lansia Ini Berangkat Dini Hari dari Bandung ke Bandara Soetta
Setelah satu tahun tidak pulang ke kampung halaman, Syihabuddin akhirnya memutuskan mudik bersama keluarga besar, mulai dari anak, istri, keponakan, hingga pekerjanya.
“Rindu sekali ya suasana hangat kumpul sama keluarga,” ujar Syihabuddin saat ditemui Kompas.com di terminal, Selasa.
Baginya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi momen untuk kembali merasakan kebersamaan yang selama ini hanya bisa dibayangkan dari kejauhan.
Syihabuddin mengaku hampir setiap tahun mudik menggunakan bus.
Selain biaya yang relatif terjangkau, akses menuju Terminal Pulo Gebang juga dinilai mudah.
“Transportasinya lebih gampang diakses. Terus juga tiketnya bisa dibeli satu bulan sebelumnya,” kata dia.
Baca juga: 5 Stasiun Kereta Api Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2026, Mana Saja?
Perjalanan dari Jakarta menuju Bojonegoro diperkirakan memakan waktu hingga 16 jam.
Meski cukup panjang, ia sudah terbiasa menjalaninya setiap tahun.
“Memang kita agendakan tiap tahun mudik karena keluarga di kampung, kita di sini kan cuma untuk bekerja dan usaha,” ujarnya.
Dalam perjalanan mudik kali ini, Syihabuddin juga membawa buah tangan berupa kue-kue Lebaran dan pernak-pernik untuk keluarga di kampung.
Menurut dia, momen mudik selalu dinantikan karena menjadi kesempatan berkumpul dengan keluarga, sahabat, dan sanak saudara.