Lonjakan Cucian Jelang Lebaran Bikin Laundry Kian Sibuk

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di sejumlah usaha laundry mulai terlihat lebih sibuk dari biasanya.

Tumpukan pakaian di dalam keranjang, mesin cuci yang terus beroperasi, hingga antrean cucian yang menunggu giliran menjadi pemandangan yang umum ditemui di beberapa tempat laundry.

Kondisi tersebut terlihat di Klean Loka Laundry, Cilodong, Depok. Di tempat ini, keranjang-keranjang berisi pakaian tampak berjajar memenuhi ruangan kerja.

Beberapa mesin cuci dan pengering juga terus beroperasi untuk mengejar penyelesaian cucian pelanggan yang datang silih berganti.

Baca juga: Di Balik Rp 530 Miliar Uang Judol, Ada Cuci Uang Lewat Perusahaan Cangkang

Selain pakaian, berbagai barang rumah tangga lain seperti karpet, selimut, hingga bed cover juga terlihat menunggu giliran untuk dibersihkan.

Di area luar, beberapa karpet dijemur berjajar di bawah atap agar lekas kering. Sementara sejumlah pegawai tampak tengah mencuci sepatu dari pelanggan.

Pemilik Klean Loka Laundry, Aufa, mengatakan lonjakan permintaan jasa laundry memang mulai terasa beberapa hari menjelang Lebaran.

Menurut dia, peningkatan tersebut bahkan sudah mulai terlihat sejak sekitar 10 hari sebelum hari raya.

“Kita itu kan sudah dua kali ini melewati fase Lebaran ya. Pertama itu tahun lalu, nah karena waktu itu kan grand opening jadi ramai juga kan. Nah ternyata di tahun yang kedua ini juga sama," kata Aufa saat ditemui Kompas.com, Senin (16/3/2026).

Lonjakan Cucian Terasa Sejak H-10 Lebaran

Menurut Aufa, peningkatan jumlah cucian menjelang Lebaran tidak terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas laundry biasanya mulai meningkat secara bertahap sejak beberapa hari sebelum hari raya.

Semakin mendekati Lebaran, jumlah cucian yang masuk juga cenderung terus bertambah. Hal ini membuat aktivitas di tempat laundry menjadi lebih padat dibandingkan hari-hari biasa.

“Alhamdulillah 10 hari menjelang Lebaran itu lonjakan tuh sudah ada. Nah saat ini kita belum naikin harga. Cuman InsyaAllah di pekan-pekan ini mendekati Lebaran memang akan ada peningkatan harga. Dan itu kan juga sama ya dialami sama laundry-laundry lain juga," kata dia.

Baca juga: Babak Baru Sengketa Hotel Sultan: Pemerintah Siap Eksekusi, PT Indobuildco Tetap Melawan

Ia mengatakan jumlah cucian yang diterima bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal.

Jika pada hari biasa jumlah cucian yang masuk relatif stabil, pada periode menjelang Lebaran jumlah tersebut bisa melonjak secara signifikan.

“Mungkin biasa hariannya taruh aja mungkin 50 kilo. Kalau di Lebaran ini bisa naik ke 100 kilo per hari," katanya.

Menurut dia, peningkatan tersebut juga dipengaruhi kondisi beberapa usaha laundry di sekitar lokasi yang memilih tutup menjelang Lebaran.

Hal ini membuat sebagian pelanggan beralih ke tempat lain yang masih beroperasi.

“Jadi pertama banyak pelanggan baru gitu, kelihatan banget. Banyak pelanggan baru karena sudah banyak laundry yang overload," ungkapnya.

Beragam Jenis Cucian Masuk Menjelang Lebaran

Lonjakan permintaan laundry menjelang Lebaran tidak hanya terlihat dari jumlah cucian yang meningkat.

Jenis barang yang dibawa pelanggan juga menjadi lebih beragam dibandingkan hari-hari biasa.

Selain pakaian sehari-hari, banyak pelanggan yang memanfaatkan jasa laundry untuk membersihkan berbagai perlengkapan rumah tangga yang jarang dicuci.

Hal ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari kegiatan bersih-bersih rumah menjelang hari raya.

“Yang paling masuk banyak itu cuciannya mungkin pakaian, mungkin ada spring bed juga, ada karpet. Nah Alhamdulillah kita di sini serba ada ya. Jadi memang kita nerima kiloan dan satuan," kata Aufa.

Baca juga: Hamdan Zoelva Tegaskan Lahan Hotel Sultan Tak Bisa Langsung Dieksekusi, Kenapa?

Ia menyebut layanan laundry di tempatnya tidak hanya melayani cucian pakaian biasa, tetapi juga berbagai barang lain yang memerlukan penanganan khusus.

“Satuannya ada sepatu, boneka, bed cover. Terus satuan kayak jas, terus karpet juga kita kerjain di sini di workshop," katanya.

Selain itu, layanan pembersihan sofa, gorden, hingga stroller bayi juga mulai banyak diminati menjelang Lebaran.

“Terus stroller. Nah itu kan memang mau bepergian kan, jadi banyak yang mulai cuci stroller,' kata dia..

Mesin Cuci Beroperasi Lebih Lama

Lonjakan jumlah cucian membuat aktivitas di dalam tempat laundry menjadi jauh lebih sibuk. Mesin cuci dan pengering harus beroperasi hampir sepanjang hari untuk mengejar penyelesaian pesanan pelanggan.

Di tengah meningkatnya jumlah cucian, Aufa berupaya memaksimalkan penggunaan mesin yang ada agar seluruh pesanan tetap dapat diselesaikan tepat waktu.

“Ini kebetulan mesinnya sudah enggak ada tempat lagi juga ya. Jadi enggak nambah kapasitas," katanya.

Baca juga: BMKG: Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berpotensi Bertahan hingga Lebaran

Sebagai alternatif, mereka mengatur waktu operasional mesin agar dapat digunakan lebih lama dari biasanya.

“Paling lembur naik satu jam atau buka lebih awal itu pernah. Jadi biar mesin bisa nyala lebih cepat," ujar dia.

Penambahan Tenaga Freelance dan Shift Ninja

Selain memaksimalkan penggunaan mesin, Aufa juga menambah tenaga kerja untuk membantu menyelesaikan cucian yang meningkat menjelang Lebaran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hal ini dilakukan agar proses pencucian, pengeringan, hingga penyetrikaan dapat berjalan lebih cepat dan tetap memenuhi target penyelesaian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luas Objek Sengketa Kawasan Hotel Sultan Dianggap Berubah, Kubu Indobuildco Sebut Eksekusi Cacat Hukum
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkeu Purbaya: Tidak Ada Perppu dan Inpres, Efisiensi ABT Jadi Andalan Jaga Defisit APBN
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BI Catat Utang Luar Negeri RI Januari 2026 Naik 1,7 Persen Jadi US$434,7 Miliar
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
InJourney Group Berangkatkan 2.418 Peserta Mudik Gratis Bersama BUMN 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ledakan saat Tarawih di Masjid Jember, Polisi Turunkan Tim Jibom dan Labfor
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.