Trump Sebut Perang AS-Israel vs Iran Belum Berakhir, Tapi Segera Usai

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat menyatakan belum yakin konflik antara AS-Israel dengan Iran akan berakhir dalam waktu dekat. Namun ia kembali menegaskan bahwa perang tersebut tidak akan berlangsung lama.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (16/3/2026) waktu setempat, Trump menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan berakhirnya konflik dalam pekan ini.

“Saya rasa tidak. Namun, segera,” ujarnya singkat.

Meski demikian, Trump menekankan bahwa perang tersebut “tidak akan lama” dan optimistis dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Di tengah eskalasi konflik, Trump juga mengungkapkan rencana pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global diketahui melintasi kawasan tersebut.

“Ada beberapa (negara). Kami akan segera mengumumkan beberapa nama. Ada beberapa yang memang sudah berada di barisan terdepan,” kata Trump dilansir dari Antara.

Namun, respons dari sekutu Amerika Serikat, khususnya negara-negara Eropa, dinilai belum solid. Sejumlah negara dilaporkan masih ragu atau enggan bergabung dalam koalisi pengamanan tersebut.

Trump pun kembali melontarkan kritik terhadap sekutu-sekutu di Eropa, termasuk dalam konteks kerja sama pertahanan di bawah NATO.

“Masalahnya dengan NATO adalah kita selalu ada untuk mereka, tetapi mereka tidak pernah ada untuk kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kaja Kallas perwakilan tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa menyampaikan sikap berbeda.

Ia menegaskan bahwa Eropa tidak menginginkan konflik berkepanjangan, meski mengakui dampak perang tersebut tetap berpengaruh langsung terhadap kepentingan kawasan.

“Eropa tidak tertarik pada perang tanpa akhir. Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan Eropa dipertaruhkan secara langsung,” kata Kallas di Brussel.

Konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran sendiri mulai memanas sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan pada 28 Februari 2026.

Eskalasi tersebut tidak hanya meningkatkan ketegangan geopolitik, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global.

Gangguan terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia serta menambah tekanan pada perekonomian global yang tengah menghadapi ketidakpastian. (ant/vve/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ali Larijani Ingatkan Negara-Negara Muslim untuk Bersatu Bersama Iran: Israel adalah Musuhmu!
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video:Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM dan LPG Selama Idulfitri 2026
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
RUPST CIMB Niaga (BNGA) April 2026 Usulkan Dividen 60% dari Laba, Nilainya Rp4,06 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Ancam Serang Sejumlah Perusahaan AS, Minta Pekerja Dievakuasi
• 19 jam laludetik.com
thumb
Apa Penyebab Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk? Ini Kata ASDP Indonesia Ferry
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.