Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali masih mengekor hingga hari ketiga, Selasa (17/3). Kombinasi antara mudik Lebaran 2026 dan pelanggaran perusahaan logistik diduga menjadi penyebab utamanya.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Bali Kombes Ariasandy menilai antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk telah mencapai puluhan kilometer. Menurutnya, aparat penegak hukum akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari langkah strategis dalam mengurai kepadatan.
"Sehingga pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman dalam perjalanan," kata Ariasandy dalam keterangan resmi, Selasa (17/3).
Berikut kondisi dan penyebab antrean yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk:
Antrean PanjangPT ASDP Indonesia Ferry mendata panjang antrean ke Pelabuhan Gilimanuk telah mencapai sekitar 20 kilometer pada pukul 17.00 WITA sejak Minggu (15/3). Kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan logistik dan mobil pribadi.
Mereka menyiapkan rekayasa lalu lintas dibutuhkan untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan zona penyangga yang dilakukan Kementerian Perhubungan dan Polda Bali.
Selain itu, operator berencana menghentikan sementara perjalanan khusus truk sumbu tiga ke Pelabuhan Gilimanuk. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah membatasi operasional kendaraan niaga sejak pekan lalu, Jumat (13/3). Pembatasan khusus kendaraan angkutan barang niaga dengan tiga sumbu atau lebih akan dilakukan hingga 29 Maret 2026.
Dudy menilai pengoperasian truk besar pada periode pembatasan merupakan bentuk pelanggaran. Menurutnya, tujuan pembatasan tersebut adalah menjaga kelancaran mobilitas, keamanan, dan ketertiban lalu lintas masyarakat jelang Angkutan Lebaran 2026.
"Presiden mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar," kata Dudy.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan telah mengumumkan layanan operasional terbatas bagi kendaraan niaga pada Hari Raya Nyepi pekan ini, 19-20 Maret 2026. Pembatasan kendaraan niaga di Pulau Dewata berlaku sejak Rabu (18/3).
Berikut periode pembatasan selama Nyepi 2026:
1. Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat di Pelabuhan Ketapang
2. Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat di Pelabuhan Gilimanuk
3. Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 waktu setempat di Pelabuhan Penyeberangan Lembar
4.Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 waktu setempat di Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai
Karena itu, Aan meminta masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dengan jadwal pembatasan selama Nyepi 2026. "Agar tidak terdampak penutupan operasional angkutan penyeberangan," katanya.
Macet Akibat Kendaraan LogistikDudy menilai panjangnya antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk disebabkan banyak pengemudi kendaraan niaga yang melanggar aturan pembatasan. Ia menegaskan pembatasan peredaran kendaraan niaga bertujuan agar arus mudik berjalan lancar.
Karena itu, pemerintah mendorong pengusaha logistik untuk patuh hingga masa pembatasan kendaraan niaga berakhir pada akhir pekan depan. "Ada masyarakat yang perlu kami layani dan perlu akomodasi dalam rangka perjalanan mudik," kata Dudy di Jakarta Selatan, Senin (16/3).
Hingga pukul Senin (16/3) pukul 14.00 WITA, ekor antrean kendaraan berada di sekitar KM 15 dengan kondisi antrean yang terputus-putus. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan berbagai langkah percepatan operasional terus dilakukan di lapangan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Untuk mempercepat arus kendaraan, Kepolisian menerapkan pola lalu lintas satu arah dalam radius sekitar 4,5 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk mulai Senin (16/3) pukul 14.00 WITA. Kendaraan kecil juga dialihkan menuju Buffer Zone Kargo untuk mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan.
Operator Pelabuhan Tambah ArmadaASDP juga menyiapkan skema efisiensi bongkar muat hingga menambah armada yang beroperasi antara Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur dan Pelabuhan Gilimanuk menjadi 33 unit.
Armada tersebut terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge, 11 kapal Landing Craft Machine, serta 3 unit LCM perbantuan yang dioperasikan untuk mempercepat layanan penyeberangan.
"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai," kata Heru.




