Permintaan Laundry Naik Saat Lebaran Cermin Gaya Hidup Serba Praktis Warga Kota

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai sektor usaha mengalami peningkatan aktivitas, termasuk jasa laundry.

Pada periode ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang praktis dan menghemat waktu cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga.

Persiapan mudik, ibadah selama Ramadhan, hingga berbagai kegiatan menjelang Lebaran membuat sebagian masyarakat memilih menggunakan jasa laundry untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah.

Kondisi tersebut turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan laundry, terutama di wilayah perkotaan.

Baca juga: Lonjakan Cucian Jelang Lebaran Bikin Laundry Kian Sibuk

Pengamat ekonomi sekaligus Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, menilai fenomena ini berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada layanan berbasis penghematan waktu.

“Peningkatan permintaan jasa laundry menjelang Lebaran mencerminkan pergeseran perilaku konsumsi rumah tangga ke arah jasa berbasis waktu (time-saving services)," kata Taufik kepada Kompas.com, Selasa, (17/3/2026).

KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Pekerja saat memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci di Klean Loka Laundry, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, dalam periode Ramadhan hingga Lebaran, aktivitas rumah tangga biasanya meningkat sehingga waktu yang dimiliki untuk mengerjakan pekerjaan rumah menjadi lebih terbatas.

“Dalam periode ini, rumah tangga menghadapi lonjakan aktivitas seperti persiapan mudik, ibadah, dan konsumsi sehingga opportunity cost waktu meningkat," katanya.

Pergeseran Perilaku Konsumsi Rumah Tangga

Meningkatnya penggunaan jasa laundry juga mencerminkan perubahan cara masyarakat mengelola pekerjaan rumah tangga.

Dalam kondisi tertentu, pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan sendiri kini mulai dialihkan kepada layanan jasa.

Menurut Rizal, penggunaan jasa laundry menjadi bentuk penyesuaian rumah tangga terhadap keterbatasan waktu yang dimiliki.

“Secara ekonomi, laundry menjadi substitusi rasional terhadap pekerjaan domestik, terutama di wilayah urban," kata dia.

Baca juga: ART Mudik dan Kesibukan Saat Lebaran Bikin Jasa Laundry Laris Manis

Ia menambahkan bahwa fenomena ini menunjukkan tingginya sensitivitas permintaan terhadap layanan jasa yang dipengaruhi oleh momentum musiman.

“Ini menunjukkan bahwa sektor jasa informal memiliki elastisitas permintaan yang tinggi terhadap momentum musiman dan tekanan waktu," ujarnya.

Ramadhan dan Lebaran Dorong Lonjakan Konsumsi

Lonjakan permintaan jasa laundry tidak terlepas dari meningkatnya konsumsi rumah tangga selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Pada periode ini, pola pengeluaran masyarakat biasanya mengalami perubahan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Rizal menjelaskan bahwa permintaan yang meningkat pada berbagai sektor jasa dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi dan sosial yang muncul pada momentum Lebaran.

“Lonjakan usaha jasa saat Ramadhan–Lebaran didorong oleh kombinasi seasonal demand shock dan cultural spending cycle," katanya.

Menurut dia, konsumsi rumah tangga memiliki peran besar dalam perekonomian nasional, sehingga perubahan pola konsumsi masyarakat pada periode tertentu dapat berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Konsumsi rumah tangga meningkat signifikan (biasanya berkontribusi lebih dari 50% PDB), dan pola belanja bergeser ke kebutuhan praktis dan cepat," kata dia.

Baca juga: Polisi Akan Tilang Truk Logistik yang Masih Beroperasi pada H-3 Lebaran

Selain faktor ekonomi, berbagai tradisi yang dilakukan menjelang Lebaran juga turut memengaruhi meningkatnya permintaan terhadap layanan jasa.

“Selain itu, faktor sosial-budaya seperti tradisi bersih-bersih, silaturahmi, dan peningkatan mobilitas menciptakan efek multiplier pada sektor jasa, termasuk laundry," ujar dia.

Ia menilai kondisi tersebut menjelaskan mengapa usaha berbasis layanan harian sering mengalami lonjakan permintaan dalam waktu yang relatif singkat.

“Ini menjelaskan mengapa usaha berbasis layanan harian cenderung mengalami peak demand dalam periode singkat," katanya.

Peluang Usaha dari Lonjakan Permintaan

Lanjut, Taufik menyampaikan, momen menjelang Lebaran juga membuka peluang bagi pelaku usaha laundry untuk meningkatkan pendapatan.

Dengan meningkatnya jumlah pelanggan, volume transaksi yang diterima usaha laundry berpotensi meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Rizal menilai pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aktivitas bisnisnya selama periode permintaan tinggi.

“Dari sisi peluang ekonomi, pelaku usaha laundry dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan volume transaksi 20–50% dibanding hari normal, tergantung lokasi dan kapasitas usaha," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Hotel Kucing di Bekasi Ramai Jelang Lebaran, Ada yang Booking Sejak Januari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba EDGE Merosot Jadi Rp120,8 Miliar di 2025, Tertekan Beban Pinjaman
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
H-4 Lebaran, 3.000 Pemudik Berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Prediksi Skor Man City vs Real Madrid, Susunan Pemain, dan Head to Head
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gedung Peluru AS di Al Dhafra
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Perang Iran dan Kebingungan Arah Indonesia
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.