Bahlil Sambut Baik Ada Kapal yang Mulai Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyambut baik langkah Iran yang mulai mengizinkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan angin segar di tengah gejolak konflik yang ada.

Iran dilaporkan mempertimbangkan membuka sebagian akses pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China.

Dengan kebijakan yang ditetapkan Iran tersebut, Bahlil mengatakan selain kapan asal Amerika Serikat (AS) dan Israel, opsi komunikasi telah terbuka.

“Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz sudah mulai ada kebijakan tutup buka. Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif,” kata Bahlil usai melepas rombongan mudik sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3).

Terkait opsi penghematan BBM di dalam negeri, Bahlil masih melakukan kajian untuk hal tersebut. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penerapan Work From Home (WFH). Menurutnya, hal yang juga penting dilakukan saat ini selain penghematan impor adalah penghematan pengeluaran BBM oleh masyarakat.

“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita butuhkan WFH. Tetapi, menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi, yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujarnya.

Bahlil menegaskan sampai saat ini pasokan BBM dalam kondisi aman, baik untuk BBM, LPG, sampai ketersediaan batu bara untuk sistem kelistrikan.

“Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini akan ada yang masuk juga. Jadi relatif, oke, yang mau hari raya tak ada masalah. Batu bara juga untuk PLN, rata-rata di 14-15 hari itu memang batas minimal standar nasional kita. Jadi relatif, nggak ada isu,” kata Bahlil.

Untuk avtur, Bahlil juga terus memantau stok yang ada. Berdasarkan hasil komunikasinya dengan PT Pertamina (Persero), saat ini kondisi avtur juga masih ada dalam posisi yang terkendali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat, Utang Luar Negeri RI 434,7 Miliar Dolar AS per Januari 2026
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Terbaru dari BEI, Inilah Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1% ZATA
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kejagung Ikut Terlibat dalam Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
• 1 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Lebaran Jadi Istimewa dengan Hantaran Hari Raya dari ARYADUTA Menteng dan Chef William Wongso
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Tongtek di Pati Kembali Telan Korban, Seorang Pemuda Dipukuli
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.