Ekonom Ingatkan RI Bersikap Tegas soal Agresif AS-Israel ke Iran, Ini Alasannya

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) mengimbau tegas kepada pemerintah Indonesia, untuk aktif menghentikan agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Chairman CISFED, Farouk Abdullah Alwyni mengatakan, konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah bukan sekadar dinamika geopolitik, tetapi pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang berpotensi memperluas konflik global dan mengancam perdamaian dunia.

Baca Juga :
Mensesneg Sebut Indonesia Tunda Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Menhan Israel Sebut Kepala Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani Tewas

"Indonesia tidak bisa lagi bersikap pasif. Sebagai negara yang menjunjung tinggi kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menegakkan hukum internasional dan menolak agresi yang merusak stabilitas regional maupun global,” kata Farouk dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.

Ilustrasi Kapal perang Iran sedang melakukan latihan tempur
Photo :
  • newarab

Dia mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah diplomatik yang tegas. Indonesia perlu secara terbuka mengingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa penggunaan kekuatan militer tanpa dasar sah merupakan pelanggaran hukum internasional, sekaligus menuntut penghentian segera seluruh bentuk agresi terhadap Iran.

"Selain itu, tindakan Israel yang terus memperburuk konflik harus dikritik secara jelas, menegaskan konsistensi moral dan politik luar negeri Indonesia di panggung internasional," ujarnya.

Selain itu, Farouk menekankan pentingnya strategi jangka panjang. Indonesia dianjurkan mengurangi ketergantungan geopolitik dan ekonomi terhadap Amerika Serikat melalui kerja sama strategis dengan negara-negara Muslim dan berkembang.

Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian nasional sekaligus mendukung terbentuknya tatanan dunia multipolar yang lebih adil, di mana setiap negara diperlakukan setara dan dominasi tunggal tidak lagi memungkinkan agresi tanpa akuntabilitas.

CISFED juga mendorong Indonesia memanfaatkan momentum opini publik Amerika Serikat, yang relatif menolak keterlibatan negaranya dalam konflik, untuk meningkatkan tekanan diplomatik global menghentikan agresi.

Lebih jauh, Indonesia diharapkan memainkan peran sebagai mediator regional, menjembatani dialog antara Iran, negara-negara Teluk, dan pihak terkait guna membangun arsitektur keamanan berbasis dialog dan kerja sama.

"Sejarah akan mencatat sikap bangsa yang tidak diam saat hukum internasional dilanggar. Indonesia harus tampil sebagai aktor aktif yang berpihak pada keadilan, bukan sekadar sebagai pengamat,” ujarnya.

Baca Juga :
Diserang Israel, Kepala Keamanan Iran Tewas atau Selamat? Ini Faktanya
Serangan Israel di Teheran Menargetkan Pejabat Tinggi Iran Ali Larijani, Komandan Basij Iran Soleimani Tewas
Bos BI Akui Perang di Timur Tengah Bikin Prospek Ekonomi Global Makin Buruk

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Pantau Arus Mudik Lebaran Lewat CCTV Online, Ini Link Resminya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Instruksi Presiden Prabowo: Seluruh Stasiun Kereta Wajib Modern dan Nyaman, Target Mulai Tahun Ini
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KRL yang Libatkan Dosen Unpam Sudah Damai, Korban Enggan Bikin LP
• 23 jam laludisway.id
thumb
Jasa Marga: Arus ke luar Jakarta capai 1,1 juta kendaraan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kisah Pilu ART di Terminal Kudus: Uang Sudah Habis Beli Tiket
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.