Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo melaporkan, volume transaksi pembayaran digital pada Februari 2026 mencapai 4,67 miliar transaksi, atau tumbuh 40,35 persen secara year-on-year (yoy).
"Didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” kata Perry dalam telekonferensi, Selasa, 17 Maret 2026.
- [tangkapan layar]
Dia menambahkan, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2026 disebut tetap tinggi, berkat dukungan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing juga tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy) dan 22,16 persen (yoy), termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 133,2 persen yoy.
"Kinerja positif tersebut didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant," ujar Perry.
Melihat dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.092 triliun pada Februari 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat sebanyak 0,76 juta transaksi atau melambat 5,33 persen (yoy).
Hal itu terjadi di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 9,19 persen yoy mencapai Rp 16.105 triliun pada Februari 2026.
“Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,78 persen (yoy) menjadi Rp1.287 triliun pada Februari 2026,” ujarnya. (Ant).





