Jalan Panjang Menuju Pulang

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman, wajah-wajah lelah itu tak sepenuhnya mampu menyembunyikan rasa bahagia. Ratusan hingga ribuan kilometer ditempuh, berbagai cara diupayakan, demi satu tujuan, pulang dan bersilaturahim menjelang Idul Fitri.

Siang itu, di depan sebuah restoran yang tutup di Rest Area Kilometer 429, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, serombongan keluarga dari Madura beristirahat. Mereka menggelar alas seadanya di pelataran, membuka bekal yang dibawa dari rumah.

Keluarga besar Ahmad menempuh perjalanan dari Tangerang menuju Madura dengan mobil sewaan. Bekal makanan sederhana berupa nasi dengan lauk telur tersaji dalam bungkusan plastik. Di sampingnya, termos berisi air panas menjadi andalan untuk menyeduh kopi dan teh.

“Kami pulang bersama agar lebih hemat. Biaya bensin dan tol ditanggung patungan,” ujar Ahmad.

Selama belasan jam perjalanan di Tol Trans-Jawa, mereka berusaha menekan pengeluaran. Bekal dari rumah dirasa cukup, sementara jajan hanya sesekali untuk anak-anak.

Di sudut lain area istirahat, di antara deretan mobil pribadi, travel, dan bus, seorang anak tampak mengintip dari balik bak truk beratap terpal. Truk itu membawa satu keluarga dari Jakarta menuju Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Fendi, bersama istri, tiga anak, dan kerabatnya, memilih truk engkel sebagai kendaraan mudik. Sepanjang perjalanan, mereka bertahan dalam ruang sempit di bak terbuka, terlindung terpal di tengah tumpukan barang.

Mereka menekan biaya perjalanan agar tabungan bisa dimanfaatkan saat Lebaran di kampung halaman. Dari hasil berdagang kecil-kecilan, Fendi mengaku mengumpulkan sekitar Rp7,5 juta selama beberapa bulan terakhir.

Menjelang waktu berbuka, sejumlah titik di rest area Kilometer 439 mulai dipadati pemudik. Gilang, misalnya, singgah bersama keluarganya. Mereka membuka bekal sebelum melanjutkan perjalanan dari Depok menuju Ngawi, Selasa (17/3/2026)

“Sejauh ini perjalanan lancar. Kami memang memilih jalan santai,” kata Gilang.

Dalam beberapa hari terakhir, arus mudik mulai meningkat. Berdasarkan survei potensi pergerakan angkutan Lebaran 2026, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sebuah gelombang besar mobilitas yang setiap tahunnya menjadi penanda kuat tradisi pulang ke kampung halaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vietnam Untung Malaysia Buntung, Pemain Naturalisasi Sah Siap Unjuk Gigi Walau Lolos ke Piala Asia 2027
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Denada Ngaku Nyesel Pernah Titipkan Ressa Rizky: Dia Bukan Kesalahan, Dia Tidak Dibuang
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Daging Beku Impor Kedaluwarsa dan ”Repacking” Beras SPHP Warnai Ramadhan 2026
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Sirene dan Ledakan Terdengar di Tel Aviv Setelah Terjadi Serangan dari Iran
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendikdasmen bagikan ribuan buku bacaan anak di Cilegon-Serang
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.