Rawan Kecelakaan, Warga Minta Pintu Perlintasan KA di Petamburan Diperbaiki

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mendesak agar palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Administrasi, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, segera diperbaiki.

Kerusakan pada palang otomatis tersebut dinilai sangat membahayakan karena rawan kecelakaan akibat tingginya volume kendaraan yang melintas.

Syukron (42), salah seorang warga setempat mengungkapkan keinginannya agar berharap perbaikan palang segera dilakukan agar tidak membahayakan pengendara.

"Semoga cepat dibenerin lah. Karena ini kan bahaya gitu karena di sini emang rawan kecelakaan, sering kecelakaan karena banyak yang sering pada enggak sabaran sih," kata Syukron saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Baru Sebulan Dipasang, Palang Perlintasan KA di Petamburan Rusak Ditabrak Motor

Syukron menyebutkan bahwa sejak tahun lalu saja, sudah ada dua kali kejadian pengendara yang tertemper kereta di perlintasan sebidang tersebut.

Senada, Yadi (38), salah satu pengemudi ojek online yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku waswas dengan kondisi palang yang dibiarkan terangkat.

Menurutnya, ketiadaan palang yang menutup jalan dapat mengecoh para pengendara, terutama bagi mereka yang terburu-buru.

"Kalau palangnya ngangkat terus, kadang orang dari jauh ngira jalanan aman dan bablas saja, padahal kereta sudah dekat," ucap Yadi.

Ia pun menegaskan palang tersebut harus segera diganti, terutama karena banyak pengendara yang melintas di jalanan sempit tersebut.

"Kalau bisa langsung diperbaiki saja, jangan tunggu ada korban lagi baru sibuk dibenerin," ujarnya.

Palang Perlintasan Rusak

Sebelumnya diberitakan, palang perlintasan kereta api di Jalan Administrasi, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat rusak akibat ditabrak sepeda motor.

Syukron mengungkapkan bahwa palang pintu otomatis tersebut sebenarnya baru saja dipasang oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI pada Februari 2026.

"Iya ini emang baru dipasang. Jadi sebelumnya itu kan di perlintasan sini enggak ada palangnya. Ada, ada tapi palang manual. Jadi pakai kayu gitu, pakai kayu digereet sama yang jagain perlintasan ini," ungkap Syukron.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Lahan Hotel Sultan Milik Negara, Tetap Dieksekusi meski Ada Perlawanan

Syukron menjelaskan bahwa sebelum adanya palang otomatis, penjagaan dilakukan secara manual oleh warga sekitar yang menarik palang kayu saat kereta lewat sambil meminta sumbangan sukarela.

Palang otomatis ini pun baru dipasang dan beroperasi selama kurang lebih satu bulan, sejak menjelang bulan puasa tahun ini.

Sejak awal pemasangan, warga sebenarnya sudah meragukan ketahanan palang pintu tersebut karena material dan ukurannya yang tergolong kecil.

"Cuma kita awalnya bingung juga, ini tuh palang kuat apa enggak nih karena palangnya bukan kayak palang kereta yang biasanya gede gitu lho, yang otomatisnya. Tapi ini kayak palang kompleks perumahan gitu tahu enggak. Jadi kecil dia," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: BMKG: Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berpotensi Bertahan hingga Lebaran

Kini, perlintasan tersebut pun kembali mengandalkan warga yang menjadi penjaga perlintasan secara manual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Singkirkan Guardiola, Arbeloa Akui Penalti Membantu Madrid Jinakkan Manchester City
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Mitos Ban yang Salah Jelang Mudik, Bisa Picu Risiko Kecelakaan
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Dipersiapkan Sejak Januari 2026, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Saat Mudik Lebaran
• 8 menit lalukompas.tv
thumb
Respons Insanul Fahmi Soal Gugatan Nafkah Rp100juta dari Mawa
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Sebut 7 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.